Cara kerja dan Cara hidup

23.Oct.2019 15:31

Saya merasa aneh jika bisa memaafkan variasi dan penyimpangan pada sayuran, tetapi tidak bisa memaafkan keberagaman pada manusia – Saka No Tochu, Mr. Kunihiko Ono

Di Kyoto terdapat suatu perusahaan yang terdiri dari anggota yang beragam dan unik. Mulai dari orang-orang yang sangat mencintai sayuran dan ladang, pebisnis yang cerdas, selain itu ada juga mantan pemain Sumo, mantan petinju profesional, dan mantan peneliti belut raksasa di sungai Mekong……

Perusahaan itu adalah Saka No Tochu Co., Ltd. yang memiliki visi perusahaan “pertanian yang dapat berlangsung hingga 100 tahun ke depan”.

Untuk menyebarluaskan pertanian dengan beban lingkungan yang kecil, perusahaan tersebut menjual sayuran yang berkarakter, yang dibuat tanpa bergantung pada pestisida dan pupuk kimia. Jenis sayuran yang ditangani ternyata lebih dari 400 macam.

Mereka telah menghadapi keanekaragaman makhluk hidup, baik di ladang maupun di office selama 10 tahun. Sugimoto selaku penulis dan Akashi dari bagian penyunting bertanya tentang “teori managemen kelompok yang dapat dipelajari dari ladang” kepada CEO Saka No Tochu, Mr. Kunihiko Ono yang mengatakan “sayuran dan orang adalah makhluk hidup, sehingga wajar jika terjadi penyimpangan.

Terkadang untuk memulai sesuatu akan lebih cepat jika ada seseorang yang memutuskan untuk “ayo lakukan saja”

  • Sugimoto

    Pertama-tama, mohon dijelaskan sejarah Mr. Ono mendirikan perusahaan ini.

  • Ono

    Sejak awal saya memang tertarik pada masalah lingkungan, sehingga ingin memilih cara hidup dengan beban lingkungan yang kecil, dan menjadikan pekerjaan saya untuk mengusulkan hal tersebut.

    Pertanian merupakan simpul pengikat antara manusia dan lingkungan. Memiliki banyak sisi dan meskipun kurang diketahui, pertanian juga bisa menjadi alat perusak lingkungan yang besar tergantung dari caranya.

Mr. Kunihiko Ono. CEO “Saka No Tochu”. Lahir di prefektur Nara. Lulus dari fakultas integrated human studies universitas Kyoto. Ketika masih berstatus sebagai pelajar, beliau sangat menyukai Kimono antik dan pernah mengajukan cuti dari kuliahnya untuk melakukan perjalanan ni negara-negara Asia. Akhirnya setelah banyak melakukan hal-hal yang disukainya, beliau menyadari betapa dalamnya ilmu antropologi budaya dan hanya belajar di 1 tahun terakhir dengan serius. Dalam menjalani hari-harinya tersebut, dirinya menyadari bahwa yang benar-benar ingin dilakukan adalah menanyakan kembali hubungan antara manusia dan lingkungan alam, dan menemukan bahwa hal tersebut dapat diwujudkan melalui pertanian organik. Setelah menghabiskan 2 tahun lebih “masa pelatihan” di badan finansial perusahaan asing, beliau mendirikan Saka No Tochu Co., Ltd. di tahun 2009.

  • Sugimoto

    Saya benar-benar terkejut saat pertama kali mendengar cerita tentang “pertanian dapat merusak lingkungan”

  • Ono

    Saat ini terdapat lahan pertanian seluas 1,4 miliar hektar di dunia. Tetapi di masa lalu, lahan pertanian yang rusak akibat beban berat pada tanah mencapai 2 miliar hektar. Bahkan dikatakan bahwa 80% lebih penyebab terbentuknya gurun berasal dari pertanian.

    Tetapi di sisi lain, saya juga merasa bahwa pertanian juga bisa menjadi titik temu antara manusia dan alam untuk berinteraksi. Oleh karena itu, saya ingin menjadikan pertanian sebagai wilayah saya dan memulai usaha ini.

  • Sugimoto

    Anda mendirikan perusahaan di tahun 2009. Saat itu pendirinya terdiri dari 3 orang, termasuk Mr. Ono sendiri ya?

  • Ono

    Betul. Di salah satu buku tertulis bahwa “keberagaman itu penting bagi organisasi”, sehingga saya berpikir “baiklah !” dan mengumpulkan orang-orang yang karakternya sama sekali berbeda dengan diri saya. Terlalu mudah ya (sambil tertawa).

    Yang satu bekerja di perusahaan start up di bidang periklanan dengan penampilan yang mencolok seperti gyaruo (pria dengan gaya rambut dan baju yang mencolok). Kemudian yang satunya lagi adalah teman ketika sekolah menengah yang bernama Hiramatsu, yang tidak cocok untuk melakukan pekerjaan yang menggunakan otak tetapi tenaganya berlebih.

  • Sugimoto

    Benar-benar karakter yang sangat berbeda dengan Mr. Ono ya.

  • Ono

    Tetapi gyaruo segera pergi meninggalkan perusahaan dengan alasan “ternyata aku sama sekali tidak tertarik pada pertanian dan lingkungan”.

  • Sugimoto

    Seperti yang sudah diduga…..

  • Ono

    Hiramatsu saat ini masih menjabat sebagai direktur dan kami mengelola perusahaan bersama-sama. Di tahun pertama perusahaan didirikan, pembagian tugasnya adalah saya yang 100% mengerjakan pekerjaan yang menggunakan otak, dan Hiramatsu yang 100% mengerjakan pekerjaan yang memakai tenaga.

    Di masa-masa awal pendirian banyak sekali hal-hal yang harus dilakukan, sehingga  kami sebisa mungkin mengurangi biaya komunikasi di dalam perusahaan.

    Dalam hal itu semua ide dan keputusan ada di dalam kepala saya, sehingga biaya komunikasinya sama dengan nol.

  • Sugimoto

    Di masa-masa pendirian perusahaan, keberagaman belum tentu menjadi hal yang diutamakan ya?

  • Ono

    Iya. Menurut saya, terkadang untuk memulai sesuatu akan lebih cepat jika ada seseorang yang memutuskan untuk “ayo lakukan saja”.

Suatu saat micro management akan mencapai batasnya

  • Akashi

    Mulai kapan anda menyadari bahwa “keberagaman dalam organisasi itu penting”?

  • Ono

    Sebenarnya baru beberapa tahun terakhir ini saya mulai memikirkan tentang keberagaman.

    Di periode awal, saya benar-benar menjalankan micro management.

  • Akashi

    Apa benar begitu?

  • Ono

    Iya. Di tempat kami, sejak perekrutan pertama hingga orang ke-10, semuanya tidak ada yang berpengalaman untuk bekerja memakai jas.

    Jika menjalankan perusahaan aneh yang mengatakan “perusahaan yang mengutamakan sayuran”, maka yang datang adalah orang-orang yang “merasa bahagia jika dapat bersentuhan dengan tanah”.

    Oleh karena itu, setiap ada perekrutan saya harus mengajari cara memberikan kartu nama dan cara mengangkat telpon. Jadi semuanya berjalan dengan micro management, di mana hal-hal kecil pun dijalankan berdasarkan instruksi saya. Tidak ada yang namanya keberagaman.

  • Akashi

    Mr. Ono sendiri apakah menyukai micro management ?

  • Ono

    Hm.. saya tidak menyukainya. Tetapi saya memiliki semacam nilai estetika untuk diri sendiri, sehingga selama ini saya mengatakan berbagai macam hal berdasarkan nilai estetika tersebut.

    Tetapi hasil dari memberikan pekerjaan yang menurut diri saya indah adalah, orang-orang yang bekerja akan berpikir “jika saya adalah Ono, apa yang akan dilakukan?” dalam berperilaku.

  • Akashi

    Karyawan jadi memiliki pola pikir yang meniru Mr. Ono ya?

  • Ono

    Betul sekali. Saat itu saya merasa bahwa melihat seseorang meniru orang lain bukanlah hal yang indah.

    Jika dengan memaksakan nilai estetika saya perilaku orang tersebut menjadi tidak indah, akan lebih baik jika orang tersebut tetap menjadi dirinya sendiri.

  • Akashi

    Betul sekali…..

  • Ono

    Jika saya mengumpulkan orang-orang yang elit dan mendirikan perusahaan di Tokyo, mungkin tidak masalah untuk memaksakan nilai estetika saya.

    Tetapi saya mendirikan perusahaan di Kyoto dan sudah mengumpulkan orang-orang yang “merasa bahagia jika dapat bersentuhan dengan tanah”. Apabila saya memaksakan nilai estetika saya, akan menjadi kontradiksi bagi diri sendiri.

Adanya pekerjaan yang beragam menumbuhkan rasa saling menghormati antara satu dan lainnya

  • Sugimoto

    Sebelumnya Mr. Ono telah mengatakan bahwa “yang penting adalah sayuran yang beragam ditangani oleh orang yang beragam”.

    Apakah ada hal-hal yang diperhatikan untuk menjaga keberagaman di dalam perusahaan?

  • Ono

    Di internal perusahaan kami terdapat berbagai jenis pekerjaan. Sampai sekarang pun ada kendaraan kami yang bertugas untuk mengumpulkan sayuran dari petani, melakukan persiapan pengiriman dan mengirimkannya.

  • Sugimoto

    Hebat sekali. Semua diurus oleh perusahaan sendiri ya?

  • Ono

    Iya. Orang yang biasanya mengatakan hal-hal yang sok hebat juga kembalinya bisa lama ketika disuruh mengantarkan sayuran ke kota.

    Tetapi di lain pihak, orang yang biasanya pendiam dan tidak pernah berbicara bisa mengerti berat sayuran hanya dengan memegangnya, sehingga bisa memilah sayuran tanpa timbangan. Walau hanya seperti itu, tetapi dia menjadi lebih dihormati.

  • Sugimoto

    Jadi, adanya berbagai jenis pekerjaan juga menjadi sebuah sistem yang melahirkan rasa saling menghormati antara satu dan lainnya.

Di lantai satu kantor pusat Saka No Tochu dilakukan pekerjaan persiapan pengiriman. Berbagai macam sayuran yang berasal dari masing-masing petani akan dimasukkan ke dalam wadah.

Buah labu pun ada lebih dari 5 jenis !

  • Ono

    Umumnya pekerjaan e-commerce yang telah mencapai skala bisnis tertentu akan menggunakan jasa pihak luar di bagian logistik seperti pekerjaan persiapan pengiriman dsb. Tetapi dalam model bisnis kami, karena yang ditangani adalah sayuran yang berkarakter dari berbagai petani, kami sulit untuk menggunakan jasa pihak luar.

    Jika kami menganggapnya sebagai pekerjaan yang mudah dan menggunakan jasa pihak luar, kami bisa membunuh karakter petani, sehingga karakter perusahaan juga akan berubah. Saya merasa bagian penting yang ingin ditampilkan akan hilang.
    Oleh karena itu, kami menempatkan persiapan pengiriman sebagai pekerjaan yang kreatif, dan selama tidak ada halangan, kami akan terus melanjutkannya.

  • Sugimoto

    Apakah ada hal-hal yang dilakukan untuk memperlancar komunikasi antar anggota ?

  • Ono

    Satu hal yang kami lakukan adalah menyediakan “makanan bagi karyawan”, kemudian makan siang bersama. Hanya itu saja.

  • Sugimoto

    Simple ya !

  • Ono

    Di perusahaan kota yang memiliki kemampuan komunikasi yang tinggi, mungkin bisa memberlakukan “jika dibicarakan akan dimengerti”, tetapi kami tidak seperti itu. Ada juga staf yang tidak bisa menyampaikan perasaannya sendiri atau kondisi yang dialaminya.

    Oleh karena itu, saya berharap dengan memperbanyak waktu bersama sambil makan,  sedikit banyak bisa saling mengerti. Karena orang itu berbeda-beda..

“Makanan bagi karyawan” di Saka No Tochu. Hampir setiap hari disediakan ketika makan siang (Disediakan oleh Saka No Tochu)

Ketika melakukan perekrutan, yang saya lihat adalah “apakah bisa menghacurkan tolok ukurnya sendiri?” dibandingkan “apakah menyukai sayuran?”

  • Akashi

    Di tahun yang ke-10 ini, ada orang-orang seperti apa di dalam perusahaan anda?

  • Ono

    Anggota yang ada saat ini adalah campuran antara orang yang benar-benar mencintai sayuran dan ladang, dan orang dengan tipe pebisnis yang memiliki riwayat cemerlang.

  • Akashi

    Dalam melakukan perekrutan, Cybozu memiliki sekitar 5 standar yang telah ditetapkan seperti “apakah setuju dengan visi Cybozu?”, “apakah bisa berlaku adil?” dsb. Pada dasarnya tidak masalah jika ada keragaman, tetapi ada hal-hal tertentu yang harus ditaati.

    Di Saka No Tochu apakah ada standar yang “harus dipenuhi” ketika melakukan perekrutan?

  • Ono

    Di tempat kami tidak ada hal yang keren seperti itu. Tetapi karena materi bisnis senantiasa mengalami pembaharuan, saya akan melihat “apakah memiliki kebiasaan untuk belajar?”.

    Kemudian satu lagi yaitu “apakah bisa berubah?”. Ibaratnya apakah level perubahannya itu bisa sampai mengganti isi otaknya?

  • Akashi

    Mohon dijelaskan lebih lengkap lagi.

  • Ono

    Misalnya anak yang pernah berkarir di Tokyo akan merasa “kenapa ya?” karena kosa kata bisnis yang selama ini digunakannya tidak dapat dimengerti di dalam perusahaan. Di saat seperti itu, jika dia mengatakan “Masa kosa kata seperti ini saja tidak tahu? Levelnya rendah ya?”, maka itu sangatlah bodoh.

    Singkat kata, tidak masalah jika dia tidak bebegitu menyukai sayuran, yang penting adalah kesan “apakah dia bisa menghancurkan tolok ukurnya sendiri?”.

  • Akashi

    Mengapa anda begitu mementingkan “apakah bisa berubah?”

  • Ono

    Kami “menangani sayuran yang tidak stabil dalam jumlah kecil yang dibuat oleh para petani baru”, di mana hal tersebut merupakan bisnis yang tidak wajar di dunia pemasaran hasil pertanian.

    Yang kami lakukan itu berbeda dari umumnya, sehingga jika ada yang berpikir “kalau dipikir secara umum kan harusnya begini ya.”, akan berat buat kami. Terutama untuk orang yang berasal dari perusahaan lain, kuncinya adalah “apakah dia bisa berpikir dari nol dan belajar?”.

  • Akashi

    Bagaimana dengan fresh graduate ?

  • Ono

    Orang muda masih bisa berubah, sehingga saya tidak khawatir. Tetapi poinnya adalah tidak berharap secara berlebihan kepada sisi gemerlap dari Saka No Tochu atau bisnis sosial, seperti yang dituliskan oleh media.

    Tidak terlalu berlebihan terhadap sesuatu dan mempertahankan perasaan yang seimbang adalah hal yang sangat penting.

“membuat tim dari orang yang sudah ada saat ini” akan melahirkan nilai yang terbaik

  • Sugimoto

    Ada perusahaan yang mengumpulkan sumber daya manusia yang unggul dan menjalankan usahanya dengan kompak dan cepat, tetapi sepertinya Saka No Tochu memilih cara untuk “membentuk tim dari orang yang sudah ada saat ini” ya?

  • Ono

    Ahli antropologi budaya Levi Strauss dalam『Pemikiran Liar』menyatakan tentang pengetahuan yang disebut “bricolage”.

    Bricolage dalam bahasa Perancis memiliki arti “mengumpulkan yang ada dan dibuat oleh diri sendiri” seperti orang yang melakukan pekerjaan tukang di hari libur. Intinya beliau menyampaikan bahwa sejak awal sudah ada ide di dalam manusia untuk mengumpulkan sesuatu yang sudah ada demi memenuhi kebutuhan.

  • Sugimoto

    Berarti managemen Saka No Tochu juga menganut bricolage ya?

  • Ono

    Betul sekali. Karena sudah terkumpul berbagai macam orang, sehingga akan lebih baik jika masing-masing karakter bisa ditonjolkan. Hal ini dicapai bukan karena pemikiran saya, tetapi secara tidak sengaja terbentuk seperti itu.

    Karena sehari-harinya kami memang menjual sayuran.

  • Sugimoto

    Iya. Sayuran yang bermacam-macam.

  • Ono

    Banyak hal yang diajarkan oleh ladang dan sayuran. Di ladang, jika terjadi hal yang tidak sesuai harapan, kami bisa berbesar hati dengan menganggapnya “kadang memang bisa seperti itu.”

    Oleh karena itu, jika perasaan tersebut bisa dibawa pulang ke perusahaan, pasti akan damai.

  • Sugimoto

    Mohon bisa diceritakan lebih detil lagi mengenai hal tersebut.

  • Ono

    Saya merasa bahwa pertanian dengan beban lingkungan yang kecil berarti memberikan toleransi kepada “penyimpangan. Jika diibaratkan dengan sayuran yang kami tangani, rasanya enaknya tidak akan sama terus, akan ada naik-turunnya.

    Misalnya untuk sayuran musim panas setelah turun hujan, apapun yang dimakan rasanya sedikit hambar. Jika hari yang mendung terjadi berturut-turut, rasanya seperti kurang fotosintesis sedikit.

  • Sugimoto

    Rasanya bisa berubah hanya dengan perubahan iklim ya!

  • Ono

    Memang begitu. Ketika memasuki musim gugur dan suhunya turun, kulit terong dan cabe-cabean menjadi keras, tetapi daging buahnya tebal, sehingga jika dipanaskan perlahan-lahan dengan api, teksturnya mantap dan enak.

    Kami ingin agar para pelanggan bisa menikmati penyimpangan pada sayuran tersebut, dan kami juga ingin memberikan toleransi untuk penyimpangan pada performa manusia.

  • Sugimoto

    Untuk managemen pun, anda juga belajar dari ladang ya.

  • Ono

    Akan menjadi kontradiski jika perusahaan yang mengatakan “keanekaragaman makhluk hidup itu baik ya”, tetapi tidak dapat memberikan toleransi pada penyimpangan yang dilakukan manusia. Saya rasa perusahaan yang setiap saat harus berlari kencang agar tidak dijatuhkan akan membuat kita sesak.

Dimulai dari sayuran Saka No Tochu ? “Reformasi kesadaran pimpinan” dan “Reformasi cara bekerja”

  • Ono

    Kami mengirimkan sayuran yang berasal dari pembuat yang berbeda dalam bentuk set, sehingga sering kali terjadi “terkirimnya wortel yang berbeda dengan yang sebelumnya”. Dalam kondisi tersebut, mohon jangan marah dan mengatakan “Apa sih, kok beda dengan yang kemarin!”.

    Mohon bisa menikmati perbedaan karakter masing-masing seperti “wortel minggu kemarin rasa manisnya kuat, tetapi wortel minggu ini baunya sangat harum”.

  • Sugimoto

    Menikmati penyimpangan ya?

  • Ono

    Iya. Saya melihat sayuran dengan perasaan seperti itu, dan orang-orang di perusahaan juga sebisa mungkin melihatnya dengan perasaan seperti itu.

    Terkadang memang ada hal yang menjengkelkan, tetapi saya menganggapnya dengan “mereka memang orang-orang yang aneh ya”.

  • Sugimoto

    Anda bisa merasakannya sebagai “mereka memang orang-orang yang aneh ya”, apa karena anda juga memiliki bakat tersebut? Atau hal tersebut muncul dalam mengelola Saka No Tochu yang dilakukan sambil bersinggungan dengan sayuran dan ladang?

  • Ono

    Mungkin yang terakhir. Karena pada awalnya saya memiliki hati yang sempit.

  • Sugimoto

    Kalau begitu, atasan yang saat ini “tidak dapat memaafkan penyimpangan bawahannya” masih ada kemungkinan untuk berubah ya?

  • Ono

    Saya pikir kemungkinan itu ada. Memaafkan penyimpangan yang dilakukan manusia levelnya lebih tinggi dibandingkan sayuran, sehingga silahkan berlatih terlebih dahulu dengan sayuran (sambil tertawa).

“Satu set sayuran (diantar secara rutin) ” Saka No Tochu. Sayurannya cantik !

  • Sugimoto

    Jadi begitu ya! Sebagai pertanyaan terakhir, mohon dijelaskan ke depannya organisasi seperti apa yang akan dituju oleh Saka No Tochu?

  • Ono

    Melanjutkan yang sebelumnya, kami ingin terus berubah dan menjadi sesuatu yang memiliki arti yang semakin tidak jelas.

    Saya merasa seharusnya karakter dari berbagai anggota bisa lebih menonjol ke luar, dan berbagai macam orang mendirikan usaha, sehingga menjadikan saya terkubur.

    Ini adalah foto kick off di semester 10. Laki-laki yang berdiri di tengah bukanlah CEO, karena saya malah berada di barisan belakang. Saya menyukai yang seperti ini.

  • Sugimoto

    Hm… Mr. Ono ada di barisan belakang, no.4 dari kanan? Lumayan terkubur dengan sempurna ya ?(sambil tertawa).

  • Akashi

    Sangat menarik jika berbagai macam orang yang berada di dalam organisasi mengeluarkan kepribadiannya, sehingga “bagian aneh” dari masing-masing orang akan terkubur dalam arti yang baik.

    Mungkin jika orang yang dikatakan “aneh” di zaman ini terkubur dan menjadi kondisi yang sewajarnya tanpa rasa aneh sedikitpun, akan terbentuk tim yang terdiri dari kumpulan kepribadian yang benar-benar beragam.

  • Teks : Kyoko Sugimoto / Penyunting : Yuka Akashi / Dokumentasi : Hamada Photo

SNS Share