Cara kerja dan Cara hidup

23.Oct.2019 16:51

“Di antara seluruh makhluk hidup, hanya manusia yang dapat menunjukkan team work” ── Bertanya kepada pakar primata, Mr. Yamagiwa selaku presiden universitas Kyoto mengenai asal mula tim

Di tahap evolusi manakah manusia memulai “team work”?

Jika mengulas secara singkat tentang evolusi manusia, sejarah primata dimulai sekitar 85 juta tahun yang lalu, di mana orang (manusia) mengalami perbedaan dengan gorila sekitar 9 juta tahun yang lalu, dan dengan simpanse sekitar 7 juta tahun yang lalu. Jika dilihat dari panjangnya sejarah, maka manusia memiliki “hubungan yang dekat” dengan gorila dan simpanse.

Kemungkinan dengan menguraikan hubungan sosial yang dibentuk oleh gorila dan kera, kita dapat menemukan asal mula team work pada manusia. Untuk itu kami berbincang-bincang dengan Mr. Jhuichi Yamagiwa selaku pakar primata yang saat ini menjabat sebagai presiden universitas Kyoto

“Tim” hanya dimiliki oleh manusia. Hewan tidak membentuk kelompok dengan memilih anggotanya berdasarkan suatu tujuan atau kehendak

  • Mukuta

    Sejak bekerja di Cybozu dan memikirkan terus-menerus mengenai “tim” dan “team work” di perusahaan dan kelompok, saya menjadi tertarik tentang “sebenarnya di tahap evolusi manakah manusia memulai team work”?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Untuk memikirkan hal tersebut, kita harus mendefinisikan terlebih dahulu tentang tim dengan jelas.

    Menurut Ms. Mukuta, tim ada untuk apa?

Mr. Jhuichi Yamagiwa. Lahir di Tokyo pada tahun 1952. Ahli primata dan ahli antropologi. Lulus dari fakultas teknik universitas Kyoto, kemudian menyelesaikan program doktoralnya di sekolah pasca sarjana fakultas sains di universitas yang sama, dan merupakan seorang Doktor ilmu sains. Sejak tahun 1978 melakukan penelitian gorila di alam bebas di masing-masing daerah Afrika. Menjadi peneliti di pusat penelitian Karisoke yang terdapat di Kongo, research fellow di Japan Monkey Centre, asisten lembaga penelitian primata universitas Kyoto, kemudian setelah menjadi asisten di sekolah pasca sarjana fakultas sains di universitas yang sama, mengajar sebagai dosen di tempat yang sama. Sejak bulan Oktober 2014 menjabat sebagai presiden universitas Kyoto. Menulis beberapa buku seperti 『Teori evolusi keluarga』 『Gorila』 (University of Tokyo Press), 『Dari mana kekerasan berasal?』(NHK Books), 『Human society yang “seperti kera”』(SHUEISHA), 『Metode belajar yang menarik ala universitas Kyoto』(Asahi Shinsho), dll.

  • Mukuta

    Mungkin untuk mencapai tujuan dan idealisme yang sama?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Begitu ya. Jika definisinya seperti itu, maka tim hanya dimiliki oleh manusia.

  • Mukuta

    Benarkah?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Hewan tidak membentuk kelompok dengan memilih anggotanya berdasarkan suatu tujuan atau kehendak. Kelompok yang dibentuk oleh hewan bukanlah tim, tetapi “kawanan”.

  • Mukuta

    Saya terkejut karena saya pikir hewan juga memiliki tim….. Kalau begitu, untuk apa hewan membentuk kawanan?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Pada dasarnya kawanan hewan dibentuk untuk berbagi “pangan” dan “berkembang biak”.

    Untuk menjaga kehidupannya masing-masing mereka membutuhkan makanan, tetapi akan lebih aman untuk makan bersama-sama dibandingkan dengan makan sendirian. Mangsa akan lebih mudah ditemukan jika banyak mata yang melihat, dan juga lebih mudah untuk mengetahui keberadaan predator.

  • Mukuta

    Karena mereka tidak tahu kapan akan diserang oleh musuh ya?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Betul. Setelah menemukan lingkungan yang tepat untuk mencari mangsa, hewan yang dapat berpikir bahwa lebih menguntungkan jika membuat kawanan, akan membentuk kawanan.

    Dalam hal berkembang biak juga sama. Agar dapat meninggalkan anak-cucunya dalam jumlah yang besar, setelah mencoba perilaku yang tepat dengan lingkungan alam, ada hewan yang memilih untuk membuat kawanan.

  • Mukuta

    Saya rasa itu benar-benar perilaku yang rasional.

  • Jhuichi Yamagiwa

    Kawanan terbentuk sebagai hasil dari trial and error dalam jangka waktu yang lama dalam proses evolusi. Oleh karena itu, secara fundamental sama sekali berbeda dengan tim manusia yang dibentuk karena berkumpulnya individu yang memiliki kehendak dan berbagi tujuan dengan kelompok.

Manusia pertama kali membutuhkan tim ketika keluar dari hutan hujan tropis

  • Mukuta

    Sebelum mencapai tahapan evolusi, apakah manusia juga berperilaku sebagai kawanan dan bukan sebagai tim?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Menurut saya begitu.

  • Mukuta

    Ada tahapan seperti apa di antara manusia yang hanya sebagai kawanan kemudian berubah menjadi tim?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Menurut saya petunjuk untuk memecahkan hal tersebut ada pada tindakan “penyelarasan”.

    Misalnya, apakah anda pernah melihat seekor burung yang terbang, kemudian burung-burung yang di sekitarnya juga ikut terbang secara serentak?

  • Mukuta

    Iya, pernah.

  • Jhuichi Yamagiwa

    Fenomena tersebut muncul karena adanya perilaku individu yang merasa bahaya, kemudian individu lainnya ikut menyesuaikan. Hal tersebut sangat primitif dan bisa dilihat pada berbagai macam hewan.

    Tetapi penyelarasan pada manusia tidak sama dengan hewan yang “mengambil tindakan yang sama seperti yang lain”.

  • Mukuta

    Mohon bisa dijelaskan lebih detil lagi.

  • Jhuichi Yamagiwa

    Misalnya ketika manusia berburu, mereka akan melakukan penyelarasan saat mengincar buruan yang sama, tetapi bukan berarti semua orang mengambil tindakan yang sama, bukan? Jadi tindakan penyelarasan pada manusia adalah “mengambil tindakan yang berbeda untuk menyesuaikan kemauan yang lain”

  • Mukuta

    Jadi begitu ya…. Apakah hewan selain manusia tidak permah menyesuaikan tindakannya terhadap kemauan yang lain?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Dalam hubungan satu lawan satu, kera akan merubah perilaku sesuai dengan lawannya. Kera dapat mengeidentifikasi anggota kawanannya dan dikatakan juga bahwa masing-masing individu dapat berpikir untuk mengambil tindakan yang tepat, sesuai dengan kerumitan komunitasnya.
    Tetapi manusia lebih rumit lagi, karena dalam berhubungan dengan pihak ke-3 dan ke4, memiliki daya imajinasi untuk memikirkan “harus bertindak seperti apa agar tujuannya dapat tercapai”.

  • Mukuta

    Mengapa manusia berevolusi untuk “memiliki daya imajinasi”?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Jika dipikirkan, sebenarnya ini mudah sekali. Primata selain manusia seperti gorila dan simpanse, mereka akan memakan makanan di tempat menemukannya. Hanya manusia yang memindahkan makanan dan berbagi dengan rekan-rekannya di tempat yang aman.

  • Mukuta

    Apakah penyebabnya adalah adanya kebutuhan tersebut?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Betul. Ketika hutan hujan tropis berkurang akibat perubahan iklim, manusia harus hidup di luar hutan hujan tropis. Ketika berada di dalam hutan, makanan melimpah sepanjang tahun dan meskipun diserang oleh hewan pemangsa daging yang berada di darat, mereka bisa melarikan diri ke atas pohon.

    Tetapi setelah meninggalkan hutan hujan tropis, tidak ada tempat melarikan diri dan makanan juga tersebar, kan? Sehingga tindakannya terpisah menjadi orang yang berjalan jauh untuk mencari makanan dengan orang yang menunggu di tempat yang aman.

  • Mukuta

    Muncul pembagian tugas ya

  • Jhuichi Yamagiwa

    Untuk berbagi tugas, perlu menyampaikan cara mencari makanan dan membagi pengalamannya. Karena memiliki tujuan untuk “makan bersama”, akhirnya memiliki bayangan bahwa akan ada yang mengambil makanan dan dibawa pulang untuk dibagi bersama-sama. Dengan begitu muncullah kemampuan untuk merencanakan.

    Tim akan terbentuk apabila tujuan dan perencanaan menjadi satu set. Hal tersebut dimungkinkan setelah manusia keluar dari hutan hujan tropis dan memiliki kekuatan imajinasi.

Yang memungkinkan terjadinya team work adalah “kekuatan simpati” dan “daya imajinasi”

  • Mukuta

    Jika dipikirkan seperti itu, keluarnya manusia dari hutan hujan tropis adalah evolusi yang luar biasa ya?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Menurut saya pengaruhnya sangat besar. Antropoid yang mendekati manusia seperti orangutan, gorila dan simpanse hampir tidak pernah meninggalkan hutan hujan tropis. Tetapi manusia entah bagaimana memilih untuk keluar dari hutan hujan tropis, sehingga harus memanfaatkan kelemahannya untuk membentuk kekuatan yang baru.

    Di saat itu manusia tidak membuat taring, memperbesar tubuh atau membuat senjata di tubuhnya, tetapi mulai bekerjasama dengan meningkatkan kekuatan simpatinya. Itu yang akhirnya berhubungan dengan apa yang kita sebut saat ini sebagai team work.

  • Mukuta

    Yang dimaksud dengan kekuatan simpati itu lebih lengkapnya seperti apa ya?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Kemampuan untuk berpikir dengan memposisikan diri di posisi masing-masing.

    Karena bisa memposisikan diri di posisi masing-masing, misalnya ketika akan mengambil anggur, bisa membayangkan jumlah rekannya ada berapa orang, dan dirinya diharapkan untuk membawa pulang seberapa banyak. Mungkin bisa dikatakan bahwa kekuatan simpati akan memunculkan daya imajinasi, sehingga memungkinkan terjadinya team work.

  • Mukuta

    Dengan membayangkan orang maupun kejadian yang tidak ada di depan matanya dan berkembangnya metode komunikasi untuk saling menyampaikan, akhirnya lahirlah kata-kata.

  • Jhuichi Yamagiwa

    Lebih tepatnya, musik muncul terlebih dulu sebelum kata-kata. Mereka mengalunkan musik untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada rekannya yang berada di kejauhan.

    Kata-kata adalah sesuatu yang sangat efisien dan portabel dengan melakukan reka ulang secara abstrak hal yang dapat dirasakan oleh panca indra manusia. Saya rasa dengan adanya kata-kata, kekuatan simpati pada manusia tumbuh dengan pesat.

  • Mukuta

    Apakah ada limit pada kekuatan simpati?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Saya rasa cukup sulit untuk keluar dari kedekatan terhadap tempat kejadian. Pada kenyatannya, kita memiliki perasaan yang lebih kuat terhadap orang yang telah dikenal dibandingkan dengan orang yang tidak kenal.

    Jika ada orang yang terluka di depan mata, kita bisa sangat bersimpati, tetapi sulit untuk membayangkan penderitaan atau kebahagiaan orang yang tidak ada di dekat kita. Di situlah terdapat limitasi.

Sensasi yang tidak dapat dibagikan akan memberikan jaminan kepercayaan

  • Mukuta

    Menurut saya, dengan meningkatnya kekuatan simpati dan daya imajinasi, di satu sisi manusia juga jadi memiliki rasa tidak percaya akibat membayangkan hal-hal negatif seperti “jangan-jangan orang itu memikirkan hal buruk” dll.

    Apakah gorila dan simpanse juga memiliki rasa tidak percaya terhadap rekannya?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Tentu ada. Bahkan mereka terkadang bisa menipu.

  • Mukuta

    Kalau begitu, bagaimana caranya gorila memutuskan untuk mempercayai lawannya atau tidak?

  • Jhuichi Yamagiwa

    Yang menentukan adalah lamanya waktu berhubungan. Semakin lama waktunya berhubungan akan semakin percaya, sedangkan yang baru dikenal atau penyusup tidak begitu dipercaya.

    Di sisi lain manusia juga mulai terhubung melalui otak setelah mulai menggunakan kata-kata. Dengan kata-kata yang virtual dan menggunakan daya imajinasinya, manusia menjadi terhubung.

Pajangan gorila dari seluruh dunia yang dikumpulkan oleh Mr. Yamagiwa.

  • Mukuta

    Betul sekali. Meskipun baru pertama bertemu, manusia bisa percaya dengan melihat jabatan di kartu nama.

  • Jhuichi Yamagiwa

    Sebelum mengenal kata-kata, manusia terhubung secara fisik melalui panca indra. Dalam panca indra, yang paling realistis adalah indra pengelihatan dan indra pendengaran. Karena “melihat” dan “mendengar” adalah sensasi yang dapat dibagikan.

    Indra peraba, indra penciuman dan indra perasa 100% tidak dapat dibagikan. Bau dan rasa sulit untuk digambarkan dengan kata-kata, sedangkan indra peraba adalah orang yang menyentuh sekaligus juga disentuh, sehingga sensasi tersebut juga tidak dapat saling dibagikan.

    Tetapi yang menarik adalah “sensasi yang seharusnya tidak dapat dibagikan” seperti indra peraba, indra penciuman, dan indra perasa inilah yang menjadi hal terpenting dalam mementuk hubungan kepercayaan.

  • Mukuta

    Ini sangat menarik. Mohon bisa dijelaskan lebih detil lagi.

  • Jhuichi Yamagiwa

    Baiklah. Berikutnya mari kita bahas mengenai “kepercayaan”, yang diuraikan dari karakteristik gorila, kera, dan manusia.

  • Penulis : Kyoko Sugimoto / Dokumentasi : Akane Kiyohara / Penyunting dan Perencanaan : Asami Mukuta, Yuka Akashi

Daftar tag

SNS Share