Perusahaan dan Organisasi

23.Oct.2019 21:32

Tidak selalu “Organisasi Teal = Organisasi yang membuat semua orang bahagia” -Ada juga orang yang tertekan dengan kemandirian dan kebebasan

Cybozu memiliki tujuan untuk “membangun masyarakat yang sarat dengan teamwork”. Yang dekat dengan pola pikir tersebut adalah “Organisasi Teal”, yang merupakan model organisasi generasi masa depan.

Apa yang harus dilakukan untuk menjadi Organisasi Teal yang membuat orang yang bekerja menjadi bahagia dan memiliki produktivitas yang tinggi di zaman ini? Dan apakah Organisasi Teal memang dapat dikatakan sebagai “perusahaan yang baik”?

Pada Simposium Manajemen Teamwork yang diadakan bersamaan dengan rapat pemegang saham Cybozu pada tanggal 30 Maret, kami mencari tahu petunjuk untuk manajemen teamwork dengan tema “Mari Berbincang tentang Perusahaan Baru dan Organisasi Teal”.

Bintang tamunya adalah Mr. Hiroshi Tsukakoshi selaku Chairman dari Ina Food Industry Co., Ltd, Mr. Takeshi Okada selaku owner dari FC Imabari, Mr. Kenshu Kamura selaku narasumber “Organisasi Teal”, dan ekonom Ms. Masumi Sai. Kemudian hadir juga Yoshihisa Aono selaku CEO Cybozu, dan mereka ber-5 berpikir tentang “bagaimana caranya agar perusahaan bisa maju?”

Diskusi panel dilakukan di atas panggung yang digambarkan sebagai lokasi camping.

Profit adalah “tinja”? Perusahaan yang sehat akan menghasilkan profit secara alami

  • Aono

    Untuk menghadapi simposium ini, sebelumnya saya telah menanyakan “menurut anda, apa warna organisasi anda ?”, sehingga mari kita lihat hasilnya terlebih dahulu.

  • Aono

    Di luar dugaan, ternyata Mr. Okada termasuk Red ya!

  • Okada

    Mungkin saya terbakar hingga merah membara. Jujur saja, organisasi saya dijalankan oleh sekumpulan orang yang sama sekali tidak mengerti tentang manajemen.

    Saya juga khawatir apakah bisa membayar gaji untuk 3 bulan ke depan, sehingga benar-benar menjalankannya dengan setengah mati. Ditambah lagi tidak ada orang yang memiliki sense of crisis terhadap manajemen seperti saya yang menjadi pimpinan perusahaan, sehingga akhirnya saya kerjakan sendiri.

Takeshi Okada. Chairman & CEO dari Imabari Yume Sport Inc. Setelah lulus dari universitas, bekerja di  Furukawa Electric Co., Ltd., kemudian terpilih menjadi anggota timnas sepak bola Jepang. Setelah pensiun sebagai pemain menjadi pelatih di klub sepak bola, kemudian pada tahun 1997 menjadi pelatih timnas Jepang, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah bisa lolos ke Piala Dunia. Setelah itu menjadi pelatih tim di J. League, dan di tahun 2007 kembali menjabat sebagai pelatih timnas Jepang dan berhasil membawa timnya masuk ke 16 besar di Piala Dunia tahun 2010, yang diadakan di Afrika selatan. Setelah itu sempat menjadi pelatih Hangzhou Greentown di Chinese Super League, dan di bulan November 2014 menjadi owner FC Imabari di Shikoku Island League (saat ini menjadi JFL). Memberikan semangatnya untuk “reformasi pengembangan SDM” di dunia sepak bola Jepang dan “revitalisasi daerah”.

  • Aono

    Jadi begitu, ya. Kemudian Mr. Tsukakoshi termasuk dalam Organisasi Green, ya?

  • Tsukakoshi

    Betul. Saya mengelola perusahaan dengan menganggap karyawan sebagai keluarga. Misalnya jika di dalam keluarga ada anak yang nakal, kita tidak mungkin mengusirnya dari rumah dengan mudah, kan? Perusahaan juga sama seperti itu.

    Karena pada dasarnya “perusahaan” bukanlah tempat berkumpulnya sumber daya manusia yang hebat-hebat saja. Tetapi perusahaan memiliki tanggung jawab untuk sebisa mungkin membuat hidup karyawannya yang cuma sekali menjadi bahagia.

Hiroshi Tsukakoshi. Chairman dari Ina Food Industry Co., Ltd. Membuat sistem suplai yang stabil bagi kanten yang merupakan produk yang harganya berfluktuasi, tergantung dari harga rumput laut yang menjadi bahan bakunya. Selain itu beliau juga mengembangkan produk baru dengan memanfaatkan kandungan kanten pada obat, bioteknologi dan makanan perawatan, kemudian membuka pasar baru. Beliau juga berhasil mengumpulkan pundi-pundi uangnya dengan meningkatkan pendapatan dan profit selama 48 tahun berturut-turut. Penghargaan yang diperoleh antara lain medali dengan pita emas, penghargaan pimpinan perusahaan terbaik versi Nikkan Kogyo Shimbun, dan masih banyak lagi. Buku yang ditulis berjudul 『Mari Membuat Perusahaan yang Baik』(Bunya),『”Manajemen Lingkaran Kayu” Tanpa Restrukturisasi』(Kobunsha),『Cara Hidup dan Cara Kerja yang Membuat Bahagia』(Lembaga Penelitian PHP), dll.

  • Sai

    Pola pikir agar perusahaan tetap menghasilkan profit dan bisa mewujudkan kehidupan yang bahagia bagi karyawan sangat luar biasa. Tetapi, bukannya itu sulit untuk mewujudkannya?

  • Aono

    Di buku 『”Manajemen Lingkaran Kayu” Tanpa Restrukturisasi』yang ditulis oleh Mr. Tsukakoshi, ada istilah yang sangat saya sukai, yaitu “profit adalah tinja”.

    Saya juga merasa bahwa “profit adalah ampas”. Bisa dijelaskan lebih detil lagi tentang dasar pemikiran Mr. Tsukakoshi?

  • Tsukakoshi

    Karena dunia ini terlalu mengutamakan profit, saya jadi ingin menyindirnya dengan mengatakannya sebagai “tinja”. Intinya, itu akan dikeluarkan setiap hari oleh tubuh yang sehat. Tetapi jika dipaksa, terkadang malah tidak keluar.

    Profit adalah hasil. Oleh karena itu, yang pertama dituju adalah “perusahaan yang sehat”.

  • Aono

    Begitu, ya. Jika tidak bisa mengeluarkan tinja, berati ada masalah pada tubuhnya, ya?

Sulit untuk mewujudkan Organisasi Teal di zaman sekarang?

  • Sai

    Di tema kali ini yang berjudul “Mari Berbincang tentang Perusahaan Baru dan Organisasi Teal”, ada hal yang membuat saya penasaran.

    Bukankah sulit untuk mewujudkan Organisasi Teal di zaman sekarang?

    Saya merasa bahwa saat ini kita bekerja demi efisiensi sampai harus mengorbankan diri sendiri adalah, karena sudah mengalami ketergantungan pada cara kerja atau aturan.

  • Kamura

    Betul sekali. Mr. Raloux (*1) mengumpamakan tentang mewujudkan Organisasi Teal di zaman sekarang bagaikan mobil yang dikendarai di zaman kereta kuda.

    Jalannya belum diaspal, sehingga meskipun sudah ada mobil akan sulit dikendarai dan sulit meningkatkan kecepatannya. Saat ini, bagaimanapun juga lebih mudah menghasilkan profit dari Organisasi Green atau Orange.

  • *1)Frederic Laloux. Penulis『Organisasi Teal』.
  • Kamura

    Tetapi di Eropa, ada daerah yang merubah hukum perusahaannya. Di sana terjadi gerakan “mari merubah konsep badan hukum, dengan menghilangkan  hubungan antara yang dipekerjakan dan yang mempekerjakan, kemudian semua orang menjadi investor”.

Kenshu Kamura. Representative Director dari perkumpulan profesional orang-orang yang menciptakan tempat bertemu, yaitu Organisasi Non Profit Ba to Tsunagari Lab home’s vi. Project Director (penelitian dan percobaan pembuktian) Cocre! Mantan kepala eksekutif sekretariat 100 orang panitia pembangun masa depan kota Kyoto. Meneliti dan mempraktekkan ide untuk merubah konflik dan kendala yang muncul ketika orang-orang berkumpul, yang mencakup perkumpulan hingga organisasi berskala besar, menjadi reaksi kimia. Pada tahun 2015 mengambil cuti 1 tahun dari pekerjaannya dan berkeliling dunia. Saat itu bertemu dengan konsep organisasi yang baru, yaitu “Organisasi Teal”, kemudian mendirikan komunitas belajar “ORG LAB” di Jepang hingga saat ini, dengan metode praktek yang mengangkat tema evolusi pada organisasi atau masyarakat. Narasumber『Organisasi Teal』(Eiji Press)

  • Aono

    Berarti, bentuk organisasi yang paling tepat bisa berbeda, tergantung dari kondisinya, ya? Organisasi Red yang dianggap buruk pun belum tentu buruk, ya?

  • Kamura

    Orang sering salah paham, tetapi Mr. Laloux tidak pernah mengatakan “warna apa yang benar”.

  • Sai

    Saya malah merasa Red adalah bentuk organisasi yang memiliki cirikhas yang luar biasa.

  • Aono

    Mengapa begitu?

  • Sai

    Dulu ketika menjabat sebagai komisaris independen perusahaan yang menerima dana rekonstruksi, saya merasa tidak dapat mengatakan hal-hal yang santai. Karena kami sedang mati-matian untuk membangun kembali perusahaan, sehingga jika dilihat secara subyektif telah mengikuti bentuk organisasi yang Red.

    Ini bukan masalah baik atau buruk, tetapi menurut saya lebih baik memikirkan bentuk organisasi yang disesuaikan dengan keadaan saat itu.

Masumi Sai. CEO dari perusahaan Good News and Companies. Mendapatkan gelar MBA in Finance pada tahun 2016 di Sekolah Pascasarjana Universitas Hitotsubashi. Pada tahun 2018 terdaftar sebagai mahasiswa program doktoral di universitas yang sama, dengan bidang penelitian corporate finance. Setelah lulus, bekerja di Badan Penelitian Keamanan Finansial Daiwa Securities SMBC Co. Ltd. (saat ini berganti nama menjadi Daiwa Securities). Bekerja sebagai analis pasar modal dan menjadi analis termuda di zamannya, serta terpilih sebagai komentator ekonomi di media-media utama seperti NHK. Setelah menjadi independen di tahun 2012, dengan memanfaatkan ilmu ekonominya, aktif sebagai komentator berita ekonomi, ekonom dan konsultan yang ahli dalam menganalisa perekonomian dan pasar modal.

Mungkin tidak dapat bahagia dengan Organisasi Teal

  • Okada

    Masalahnya, “apakah karyawan juga menghendaki teal?

    Dulu ketika melakukan wawancara karyawan, ada karyawan yang mengatakan “Saya ingin bekerja di perusahaan ini selamanya. Saya mungkin tidak cocok dengan organisasi seperti perusahaan startup, yang menghasilkan sesuatu yang baru.

    Secara kosa-kata, “kemandirian” dan “kebebasan” adalah kata yang bagus, tetapi ada juga orang yang merasa tertekan jika disuruh untuk “pikirkan sendiri dan buatlah sesuatu”.

    Mungkin ada juga orang yang tidak bisa bahagia dengan Organisasi Teal. Karena ada orang yang merasa bahagia dengan hidup tenang dan stabil.

  • Tsukakoshi

    Betul sekali. Untuk hidup dengan tenang, saya rasa “melakukan perluasan secara perlahan-lahan” lebih baik daripada mempertahankan kondisi saat ini.

  • Okada

    Begitu. ya. Sedikit demi sedikit, ya?

  • Tsukakoshi

    Karena tidak ada harapan pada perusahaan yang ujungnya semakin runcing. Impian akan muncul pada kondisi yang semakin baik secara bertahap.

    Perusahaan saya mengalami kenaikan terus-menerus selama 50 tahun ini, dan selama itu saya terus memikirkan hal-hal seperti itu dalam menjalankan manajemen.

Jika diibaratkan dengan tubuh, tingginya turnover dan buruknya suasana perusahaan adalah pesan yang menunjukkan adanya penyakit

  • Aono

    Sama halnya dengan adanya orang yang mengharapkan Organisasi Teal, ada juga orang yang mengharapkan Organisasi Red. Orang yang nyaman bekerja di Organisasi Orange mungkin akan terbebani jika dipaksakan model teal.

  • Okada

    Cybozu adalah organisasi yang unik. Sebenarnya mengapa anda sampai pada pemikiran “100 orang, 100 macam cara kerja”?

  • Aono

    Karena dengan mengelola perusahaan, saya jadi mengerti bahwa bentuk kebahagiaan itu berbeda-beda, tergantung dari orangnya.
    Ketika baru mendirikan perusahaan, saya merasa bahwa “semua karyawan suka bekerja keras demi mendapatkan uang yang banyak dalam waktu yang singkat”. Tetapi pada kenyataannya banyak yang tidak kuat atau berhenti.

    Turnover terparah di Cybozu adalah 28%. Menghadapi hal tersebut, saya jadi merasa “mungkin hanya aku yang bisa bekerja sambil menikmati ketegangan ini”. Setelah itu saya jadi mengamati kondisi karyawan.

Yoshihisa Aono. CEO dari Cybozu Inc. Setelah lulus dari universitas, sempat bekerja di Matsushita Electric Works (saat ini berganti nama menjadi Panasonic), kemudian mendirikan Cybozu di tahun 1997. Mulai bulan April 2005 menjabat sebagai CEO, dan saat ini merangkap sebagai kepala penelitian umum teamwork. Melakukan perubahan pada gaya kerja di dalam perusahaan dan berhasil mengurangi turnover menjadi 1/7, serta sebagai bapak 3 anak mendapatkan cuti merawat anak yang ke-3 kalinya. Selain itu, mulai tahun 2011 melakukan cloud computing system pada bisnisnya dan berhasil mengembangkannya hingga melebihi separuh dari penjualannya. Menjabat sebagai external advisor untuk project reformasi cara kerja di Kementerian Internal Affairs dan Komunikasi, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, Kementerian Ekonomi, Kantor Kabinet, dan Kabinet Sekretariat, serta wakil ketua CSAJ (Computer Software Association of Japan). Penulis buku 『Bisa Sedikit !』(Bunshun Shinsho),『Hanya Memikirkan tentang Tim』(Diamond Inc.), dan『Mungkin kita tidak bahagia karena monster yang bernama perusahaan 』(Lembaga Penelitian PHP)

  • Kamura

    Orang sering salah paham bahwa “jika menghilangkan hierarki akan terbentuk Organisasi Teal”, tetapi sebenarnya tidak seperti itu.

    Yang penting adalah bisa menangani distorsi yang muncul dalam menjalankan manajemen.

    Mungkin setelah melakukan hal tersebut berulang kali, hasilnya adalah tidak ada hierarki dan lahirlah bentuk seperti Organisasi Teal.

  • Aono

    Tidak boleh menjadikan Organisasi Teal sebagai tujuan, ya?

  • Kamura

    Betul. Jika diibaratkan dengan tubuh manusia, tingginya turnover dan buruknya suasana perusahaan adalah pesan yang menunjukkan adanya penyakit

    Oleh karena itu, jika kita mendengar “kenapa badannya tidak enak ya?”, maka akan muncul solusi “mungkin lebih baik memperpendek jam kerja”.

    Jadi menurut saya, hal yang penting agar organisasi menjadi maju adalah  jangan membiarkan penyakit yang ada di organisasi, dan merubahnya secara fleksibel.

  • Aono

    Mendengar hal tersebut, saya jadi teringat gambar kapal yacht yang ada di gambar Organisasi Teal. Waktu pertama kali melihatnya, saya merasa “waduh, berat banget”.

  • Aono

    Selama kita naik kapal yacht, kita harus memperlakukan kapal sesuai dengan situasinya, seperti ketika tidak ada angin atau ketika ada gelombang besar dsb.

    Sekilas terlihat menyenangkan, tetapi senantiasa harus menajamkan panca indra untuk mencari tahu apa yang menjadi masalah. Saya rasa selama tidak dapat melakukan hal tersebut, sulit untuk mejadi Organisasi Teal.

  • Kamura

    Pada Organisasi Teal, pola pikirnya adalah dengan melepaskan cara penilaian seperti “masa depan dapat diprediksi” atau “orang akan bergerak jika diperintah”. Tetapi untuk mencapai hal tersebut, semua harus terus maju sambil berpikir.

    Maka dari itu tidak akan stabil. Gambarannya seperti tetap melanjutkan perjalanan meskipun kacau, dan mencapai tujuan keberadaannya dalam kondisi tersebut. Teal juga memiliki kesulitan sebagai teal.

  • Okada

    Karena kekacauan juga dapat membuat orang jadi berkembang.

    Di dunia olah raga, saya merasa bahwa untuk kemajuan mereka, lebih penting menciptakan lingkungan yang membuat pemain bisa menemukan jati dirinya sambil memasukkan latihan yang sulit, daripada mengulangi sesuatu yang sedikit-banyak sudah dikuasainya. Karena semua yang berjalan lancar belum tentu merupakan kebahagiaan.

Altruisme adalah hal yang paling membahagiakan? Dengan menemukan dan menjalankan pekerjaannya sendiri, akan ada kepedulian dan perkembangan

  • Tsukakoshi

    Saya telah mengatakan bahwa bentuk kebahagiaan itu bermacam-macam, tergantung dari orangnya. Dan saya percaya hal yang paling membahagiakan bagi manusia adalah “kebahagiaan altruisme (memperhatikan kesejahteraan orang lain dibandingkan dirinya sendiri)”. Seperti melakukan hal yang membuat orang mengatakan “terima kasih” kepada kita.

  • Aono

    Terkait dengan “kebahagiaan altruisme”, Ina Food Industry telah membuat taman “Kanten Papa Garden” seluas 2 bangunan Tokyo dome, yang dikelola oleh para karyawan, ya?

    Ini adalah manajemen dengan altruisme, karena melakukan sesuatu untuk daerah atau orang yang berkunjung.

  • Tsukakoshi

    Tempatnya memang luas, tetapi saya sama sekali tidak memberikan instruksi terhadap lokasi mana yang harus ditangani. Karena jika diperintah, menjadi tidak asyik.

    Dengan menemukan dan menjalankan pekerjaannya sendiri, akan ada kepedulian dan perkembangan. Bergerak tanpa harus diperintah orang lain. Dalam hal itu, sudah ada pola pikir teal ya?

  • Kamura

    Betul sekali. Tidak berusaha untuk menstandarkan pekerjaannya.

  • Aono

    Mendengar cerita Mr. Tsukakoshi, saya merasa bahwa menghasilkan profit memang penting, tetapi ternyata melihat dari sudut pandang yang lebih tinggi lagi lebih penting.

    Kelihatannya, profit yang meliputi kebahagiaan sebenarnya sebagai manusia dan jiwa altruisme akan menghasilkan organisasi yang baik.

    Tetapi jika diperintahkan untuk “kejarlah kebahagiaan tersebut”, menjadi tidak menarik. Jadi yang penting adalah bagaimana caranya untuk menarik kemandirian dari orang tersebut dan menjadikannya aktif.

  • Teks : Monaka Sonoda / Penyunting Nanae Matsue (Note) / Dokumentasi : Nanako Ono

Daftar tag

SNS Share