Perusahaan dan Organisasi

27.Oct.2019 16:56

Perusahaan Baru dan Organisasi Teal

Di Jepang terlalu mementingkan “nilai estetika” - “Kemenangan” juga syarat yang dibutuhkan untuk organisasi yang baik

Simposium Manajemen Teamwork 2019 “Mari Berbincang tentang Perusahaan Baru dan Organisasi Teal” yang diadakan pada tanggal 30 Maret

Bintang tamunya adalah Mr. Hiroshi Tsukakoshi selaku Chairman dari Ina Food Industry Co., Ltd, Mr. Takeshi Okada selaku owner dari FC Imabari, Mr. Kenshu Kamura selaku narasumber “Organisasi Teal”, dan ekonom Ms. Masumi Sai. Kemudian hadir juga Yoshihisa Aono selaku CEO Cybozu, dan mereka ber-5 berpikir tentang “bagaimana caranya agar perusahaan bisa maju?”

Bagian ke-2 adalah sesi tanya jawab dari peserta. Setelah mendengarkan diskusi yang panas pada bagian pertama, jumlah pertanyaan dari peserta acara yang diterima via daring mencapai lebih dari 100 pertanyaan. Setelah itu, Mr. Ono “memantapkan hatinya” untuk memilih sebagian pertanyaan untuk dibahas bersama panelis di atas panggung.

Ingin membuat “organisasi yang baik”, tetapi sebenarnya apa itu “organisasi yang baik”?

Setelah mengetahui beratnya menjadi tidak sehat, muncullah “jiwa altruisme”

  • Aono

    Yang pertama dimulai dari pertanyaan yang paling banyak ditanyakan, yaitu “Apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang pimpinan perusahaan seperti Mr. Tsukakoshi?”.

    Apakah sejak awal Mr. Tsukakoshi memiliki jiwa altruisme (memperhatikan kesejahteraan orang lain dibandingkan dirinya sendiri) seperti sekarang dan bisa menganggap para karyawannya sebagai keluarga?

  • Tsukakoshi

    Tentu saja tidak, ini bukan sifat bawaan saya sejak lahir. Sejak usia 17 tahun, saya menderita penyakit Tuberkulosis dan opname di rumah sakit selama 3 tahun, jadi masa puber saya harus dihabiskan dengan tidur.

    Karena mengerti penderitaan itu, saya jadi berusaha untuk berbuat sebaik mungkin kepada orang lain. Kemudian saya juga menyampaikan kepada karyawan untuk “milikilah jiwa altruisme yang membuat orang lain mengucapkan 『terima kasih』

    kepada anda”.

Hiroshi Tsukakoshi. Chairman dari Ina Food Industry Co., Ltd. Membuat sistem suplai yang stabil bagi kanten yang merupakan produk yang harganya berfluktuasi, tergantung dari harga rumput laut yang menjadi bahan bakunya. Selain itu beliau juga mengembangkan produk baru dengan memanfaatkan kandungan kanten pada obat, bioteknologi, dan makanan perawatan, kemudian membuka pasar baru. Beliau juga berhasil mengumpulkan pundi-pundi uangnya dengan meningkatkan pendapatan dan profit selama 48 tahun berturut-turut. Penghargaan yang diperoleh antara lain medali dengan pita emas, penghargaan pimpinan perusahaan terbaik versi Nikkan Kogyo Shimbun, dan masih banyak lagi. Buku yang ditulis berjudul 『Mari Membuat Perusahaan yang Baik』(Bunya),『”Manajemen Lingkaran Kayu” Tanpa Restrukturisasi』(Kobunsha),『Cara Hidup dan Cara Kerja yang Membuat Bahagia』(Lembaga Penelitian PHP), dll.

  • Sai

    Bukan berarti hanya merekrut orang yang memiliki jiwa altruisme sejak awal, ya?

  • Tsukakoshi

    Betul. Karena saya mengatakannya terus-menerus, sedikit demi sedikit pola pikir tersebut meresap ke karyawan. Mungkin keteguhan pola pikir saya telah berdampak baik.

  • Aono

    Di simposium bagian pertama, Mr. Tsukakoshi beberapa kali mengatakan tentang “hidup hanya satu kali”. Sudut pandang terhadap hidup dan mati dari Mr.Tsukakoshi terbentuk selama 3 tahun setelah memasuki usia 17, ya?

  • Tsukakoshi

    Saya mempersiapkan lingkungan kerja yang baik dan mewajibkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena tidak ingin karyawan saya terkena penyakit.

    Selain penyakit, saya juga meletakkan kantor pemasaran di perumahan yang sepi agar tidak mudah terlibat kecelakaan.

    Mungkin dari segi efektivitas kerja tidak bagus, tetapi ini adalah hal yang mutlak dibutuhkan untuk menjaga keselamatan karyawan. Ditambah lagi, jika sudah dipikirkan sampai sejauh itu, karyawan juga mungkin akan merasa “mari berjuang demi perusahaan ini”.

  • Aono

    Begitu, ya. Jiwa altruisme dari presiden direktur akan menarik jiwa altruisme dari karyawan, ya.

Semakin rendah performa perusahaan, semakin banyak orang yang mendekat ke pimpinan perusahaan

  • Aono

    Berikutnya pertanyaan kepada Ms. Sai, yaitu “Bagaimana caranya untuk membedakan presiden direktur yang menarik dan tidak menarik?”

  • Sai

    Saya rasa yang penting adalah keseimbangan antara “moral” dan “profit” dari  pimpinan perusahaan. Ada beberapa poin untuk melihat keseimbangan dari pimpinan perusahaan, dan yang saya soroti adalah keberadaan komisaris independen.

    Hasil penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa 94% dari komisaris independen pada perusahaan yang terdaftar di indeks bursa saham Amerika Serikat “S&P500” adalah teman sekolah atau mantan rekan kerja, bahkan rekan satu tim dari CEO. Bersamaan dengan hasil tersebut, ada juga cerita yang menyatakan semakin tinggi tingkat keakraban mereka, nilai perusahannya semakin buruk.

    Komisaris independen juga memiliki 1 suara sebagai komisaris, sehingga jujur saja keberadaannya cukup mengganggu. Jika posisi tersebut diisi dengan orang yang tidak ada hubungannya, dan bukan dengan rekan atau temannya, ini bisa dijadikan materi untuk mempertimbangkan bahwa “pimpinan perusahaan ini adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya”.

Masumi Sai. CEO dari perusahaan Good News and Companies. Mendapatkan gelar MBA in Finance pada tahun 2016 di Sekolah Pascasarjana Universitas Hitotsubashi. Pada tahun 2018 terdaftar sebagai mahasiswa program doktoral di universitas yang sama, dengan bidang penelitian corporate finance. Setelah lulus bekerja di Badan Penelitian Keamanan Finansial Daiwa Securities SMBC Co. Ltd. (saat ini berganti nama menjadi Daiwa Securities). Bekerja sebagai analis pasar modal dan menjadi analis termuda di zamannya, serta terpilih sebagai komentator ekonomi di media-media utama seperti NHK. Setelah menjadi independen di tahun 2012, dengan memanfaatkan ilmu ekonominya aktif sebagai komentator berita ekonomi, ekonom dan konsultan yang ahli dalam menganalisa perekonomian dan pasar modal.

  • Aono

    Wah, telinga saya jadi sakit karena di Cybozu tidak ada komisaris independen.

  • Sai

    Mohon maaf, ya. Tetapi memang tidak semua perusahaan bisa menerapkan hal tersebut.

  • Aono

    Pimpinan perusahaan harus siap untuk memposisikan dirinya di lingkungan yang berat, ya.

  • Sai

    Kemudian ini adalah pengalaman pribadi saya ketika bertemu dengan pimpinan perusahaan di suatu acara. Saya terkesan karena semakin rendah performa perusahaan yang dipimpin oleh orang tersebut, semakin banyak pengikutnya. Tetapi semakin baik performanya, hanya sedikit orang yang ikut. Apakah itu untuk menunjukkan jati dirinya, ya?

  • Aono

    Begitu, ya. Pimpinan perusahaan yang menunjukkan “aku ini hebat”, masuk dalam organisasi warna apa, ya?

  • Kamura

    Kemungkinan masuk di Amber atau Orange. Intinya dua organisasi ini adalah  organisasi yang mudah menyatu dengan adanya penegasan kedudukan.

    Jika tidak ada yang memberikan perintah, orang di lapangan menjadi kacau, sehingga harus menunjukkan siapa yang berada di atas.

Kenshu Kamura. Representative Director dari perkumpulan profesional orang-orang yang menciptakan tempat bertemu, yaitu Organisasi Non Profit Ba to Tsunagari Lab home’s vi. Project Director (penelitian dan percobaan pembuktian) Cocre! Mantan kepala eksekutif sekretariat 100 orang panitia pembangun masa depan kota Kyoto. Meneliti dan mempraktekkan ide untuk merubah konflik dan kendala yang muncul ketika orang-orang berkumpul, yang mencakup perkumpulan hingga organisasi berskala besar, menjadi reaksi kimia. Pada tahun 2015 mengambil cuti 1 tahun dari pekerjaannya dan berkeliling dunia. Saat itu bertemu dengan konsep organisasi yang baru, yaitu “Organisasi Teal”, kemudian mendirikan komunitas belajar “ORG LAB” di Jepang hingga saat ini, dengan metode praktek yang mengangkat tema evolusi pada organisasi atau masyarakat. Narasumber『Organisasi Teal』(Eiji Press)

Perusahaan yang baik membutuhkan keduanya, antara “nilai estetika” dan “kemenangan”

  • Aono

    Ini ada pertanyaan yang simple tetapi tajam untuk Mr. Okada. “Apa yang dimaksud dengan “tim yang baik”? Apakah ada persyaratan wajib yang harus dipenuhi?”

  • Okada

    Tim yang mengejar “nilai estetika” dan “kemenangan”, ya. Di sepak bola ada “kemenangan dan kekalahan”, sehingga harus memikirkan prasyarat tersebut. “Kemenangan” adalah salah satu syarat yang dibutuhkan untuk organisasi yang baik.

    Tetapi di Jepang terlalu mementingkan nilai estetika. Misalnya ada istilah “Seorang Samurai bisa berpura-pura kenyang meskipun tidak makan apa-apa”. Secara pribadi saya merasa “kalau tidak makan ya tidak mungkin menang perang, deh”, tetapi entah mengapa nilai estetika lebih diutamakan daripada kenyataan.

Takeshi Okada. Chairman & CEO dari Imabari Yume Sport Inc. Setelah lulus dari universitas, bekerja di  Furukawa Electric Co., Ltd., kemudian terpilih menjadi anggota timnas sepak bola Jepang. Setelah pensiun sebagai pemain menjadi pelatih di klub sepak bola, kemudian pada tahun 1997 menjadi pelatih timnas Jepang dan untuk pertama kalinya dalam sejarah bisa lolos ke Piala Dunia. Setelah itu menjadi pelatih tim di J. League, dan di tahun 2007 kembali menjabat sebagai pelatih timnas Jepang dan berhasil membawa timnya masuk ke 16 besar di Piala Dunia tahun 2010 yang diadakan di Afrika selatan. Setelah itu sempat menjadi pelatih Hangzhou Greentown di Chinese Super League, dan di bulan November 2014 menjadi owner FC Imabari di Shikoku Island League (saat ini menjadi JFL). Memberikan semangatnya untuk “reformasi pengembangan SDM” di dunia sepak bola Jepang dan “revitalisasi daerah”.

  • Okada

    Saat piala dunia di Brasil, para pemain serentak mengatakan “akan kami persembahkan sepak bola dengan gaya kami” di depan kamera. Sambil melihat itu, saya merasa “wah, ini gawat”.

    Kemudian saya berkesempatan untuk makan bersama Zaccheroni yang saat itu menjadi pelatih, dan saya bilang “biasanya kalau mengatakan hal seperti itu menjadi tidak baik”, tetapi dia marah dan pulang.

  • Aono

    Hahaha.

  • Okada

    Setelah kalah di piala dunia, Zaccheroni berkata kepada saya “Aku tahu maksud perkataan kamu waktu itu. Tapi kan tidak ada orang yang tidak berjuang mati-matian dalam menghadapi piala dunia?”.

    “Sepak bola dengan gaya kami” itu penting, tetapi harus mati-matian untuk merebut kemenangan. Di “sepak bola dengan gaya kami” ada alasan yang tidak terucapkan, yaitu “ kalau kalah ya apa boleh buat”

    Tim yang baik harus memiliki nilai estetika dan kebijakan. Tetapi bersamaan dengan hal tersebut, harus ada hasilnya juga.

    Kalau hanya salah satunya saja, siapapun bisa melakukannya. Oleh karena itu, mengejar keduanya baru bisa dikatakan “tim yang baik”.

Yang dibutuhkan oleh organisasi adalah mandiri dengan white power dan meningkatkan motivasi

  • Tsukakoshi

    Perusahaan juga sama, ya. Meskipun dikatakan “bahagia”, kalau perusahaannya bangkrut juga tidak ada artinya.

    Perusahaan juga membutuhkan persyaratan untuk memenangkan pertandingan. Tetapi yang paling penting adalah “kebahagiaan hidup”, dan hal tersebut tidak boleh dilupakan.

    Hal tersebut akan menjadi motivasi karyawan. Jika dikatakan sebagai semangat, itu terdengar seperti hal yang umum, tetapi teal juga bentuk organisasi untuk mencapai hal tersebut.

  • Okada

    Nah, motivasi tersebut ada dua, yaitu motivasi yang muncul dari diri sendiri, dan motivasi yang muncul karena pengaruh dari sekitarnya.

    Misalnya Jepang bisa maju ke 16 besar piala dunia selain bertanding sebagai tuan rumah, hanya ketika bersama saya dan Mr. Akira Nishino. Keduanya adalah black power yang muncul setelah dihujat sana-sini oleh orang-orang sekitar.

    Tetapi sebaliknya, tim Eropa di bagian barat daya mengatakan “kami suka menang”. Inilah yang dinamakan white power.

    Kalau black power, tenaganya memang luar biasa tetapi hanya untuk jangka pendek. Jika dilihat dari jangka panjang, orang Jepang perlu mandiri dengan white power dan meningkatkan motivasinya.

  • Aono

    Memang untuk mempertahankan kekuatan yang dahsyat karena dendam itu sulit, ya.

Yoshihisa Aono. CEO dari Cybozu Inc. Setelah lulus dari universitas, sempat bekerja di Matsushita Electric Works (saat ini berganti nama menjadi Panasonic), kemudian mendirikan Cybozu di tahun 1997. Mulai bulan April 2005 menjabat sebagai CEO, dan saat ini merangkap sebagai kepala penelitian umum teamwork. Melakukan perubahan pada gaya kerja di dalam perusahaan dan berhasil mengurangi turnover menjadi 1/7, serta sebagai bapak 3 anak mendapatkan cuti merawat anak yang ke-3 kalinya. Selain itu, mulai tahun 2011 melakukan cloud computing system pada bisnisnya dan berhasil mengembangkannya hingga melebihi separuh dari penjualannya. Menjabat sebagai external advisor untuk project reformasi cara kerja di Kementerian Internal Affairs dan Komunikasi, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, Kementerian Ekonomi, Kantor Kabinet, dan Kabinet Sekretariat, serta wakil ketua CSAJ (Computer Software Association of Japan). Penulis buku 『Bisa sedikit !』(Bunshun Shinsho),『Hanya Memikirkan tentang Tim』(Diamond Inc.), dan『Mungkin kita tidak bahagia karena monster yang bernama perusahaan 』(Lembaga Penelitian PHP)

  • Okada

    Makanya, yang penting bagi organisasi adalah mendidik pemain yang mandiri. Orang cenderung menyalahkan orang lain seperti “kata pelatih disuruh seperti itu”, tetapi sebenarnya baik permainan maupun kehidupan bisa dipilih oleh diri sendiri.

  • Aono

    Wah, ini benar-benar menarik. Ada 2 jenis motivasi, dan itu benar-benar penemuan yang baru.

    Kelihatannya kita perlu memikirkan bagaimana caranya untuk menarik motivasi yang mencul dari diri sendiri.

  • Teks : Monaka Sonoda / Penyunting : Nanae Matsuo (Note) / Dokumentasi : Nanako Ono

SNS Share