Perusahaan dan Organisasi

27.Oct.2019 18:23

“Kamu mau libur karena malas bekerja, kan?”-Saya ingin dipercaya sebagai presiden direktur, tetapi tidak percaya kepada karyawan

“Saya sudah tidak bisa lagi mengikuti bapak presdir”

Jika anda adalah presiden direktur dari sebuah perusahaan dan ada karyawan yang mengatakan kalimat seperti itu, apa yang akan anda lakukan?

Toko kain celup bersejarah yang telah berdiri selama 100 tahun di prefektur Iwate, “KYOYA somemonoten Inc”. Mr. Yusuke Hachiya selaku presiden direktur generasi ke-4 yang menjalankan usaha ini memiliki pengalaman dalam menghadapi karyawannya yang mengatakan “sudah tidak bisa lagi mengikutinya”.

Meskipun harus bekerja keras agar bisa bertahan di dunia bisnis yang semakin menyusut, tetapi lingkungan kerja yang tidak kondusif sulit untuk dirubah, sehingga para karyawan semakin meninggalkannya….. “Saya benar-benar menyesali perbuatan saya” kata beliau, sambil mengingat kondisinya saat itu.

Yoshihisa Aono selaku CEO Cybozu juga pernah mengalami kejadian seperti itu di masa lalunya. Mengikuti arus pertumbuhan yang pesat dan menuntut karyawannya untuk bekerja keras, namun setelah beberapa kali melakukan merger dan akuisisi, yang menanti di ujung perjuangannya adalah kegagalan besar. Beliau bahkan pernah berpikir untuk “ingin berhenti menjadi presiden direktur”.

Saat ini baik KYOYA somemonoten Inc. maupun Cybozu telah berubah menjadi perusahaan yang karyawannya bisa bekerja dengan penuh gairah. Bagaimana kedua presiden direktur perusahaan ini mendapatkan kembali kepercayaanya dari para karyawannya?

Mereka saling bercerita mengenai kisahnya yang berhasil membalikkan keadaan.

Dulu saya benar-benar merasa “tidak akan memaafkan orang yang mengambil cuti seenaknya”

  • Yusuke Hachiya

    Meskipun saya sudah menjabat sebagai presiden direktur selama 8 tahun, tetapi menjadi presiden direktur itu benar-benar sulit, ya?

  • Yoshihisa Aono

    Hahaha. Sebagai sesama presiden direktur, saya juga merasakan hal yang sama.

  • Yusuke Hachiya

    Terima kasih (sambil tertawa)

Mr. Yusuke Hachiya. Presiden direktur generasi ke-4 dari KYOYA somemonoten Inc. yang didirikan pada tahun 1918. Ketika mahasiswa pernah mendirikan perusahaan web design, tetapi ketika Mr. Toru Hachiya yang merupakan ayahnya dan menjalankan generasi ke-3 meninggal dunia di tahun 2010, beliau memutuskan untuk meneruskannya sebagai presiden direktur KYOYA somemonoten Inc. Melalui upaya barunya seperti mendirikan badan hukum, perbaikan di internal perusahaan dan mendirikan pabrik garmen yang baru dsb., produk perusahaanya terpilih dalam “Penghargaan Ketua Perkumpulan Wali Kota Prefektur Iwate dalam Lomba Produk Khas Iwate”, “Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang The Wonder 500” (500 produk unggulan dari Jepang yang dapat dibanggakan kepada dunia), dll.

  • Yoshihisa Aono

    Lebih lengkapnya, kesulitan seperti apa yang anda hadapi?

  • Yusuke Hachiya

    Bisnis kain celup yang menjadi usaha kami termasuk dalam industri yang mengalami penyusutan. Ketika baru didirikan, perusahaan yang sejenis ada sekitar 14,000, tetapi saat ini hanya ada sekitar 300 perusahaan.

    Dengan kondisi seperti itu, saya yang ketika itu baru menjabat sebagai presiden direktur berpikir bahwa hal utama yang harus dilakukan adalah pokoknya bekerja untuk memenuhi permintaan pelanggan.

  • Yoshihisa Aono

    Begitu, ya.

  • Yusuke Hachiya

    Saya benar-benar berpikir bahwa “Tidak ada waktu untuk berlibur. Tidak ada izin untuk mengambil cuti, dan tidak mungkin untuk libur 2 hari dalam seminggu”.

    Tetapi para karyawan satu demi satu mengatakan hal-hal seperti ini kepada saya.

    “Bapak presdir tidak pernah bekerja di tempat lain, jadi bisa mengatakan hal seperti itu”, atau “Biasanya di perusahaan lain strukturnya seperti ini dan bisa mengambil cuti….” dsb.

  • Yoshihisa Aono

    Wah.. Anda pasti sangat marah, ya?

Yoshihisa Aono. Lahir pada tahun 1971 di kota Imabari, prefektur Ehime. Setelah lulus dari fakultas teknik jurusan sistem informasi di universitas Osaka, beliau sempat bekerja di Matsushita Electric Works (saat ini berganti nama menjadi Panasonic), kemudian mendirikan Cybozu di kota Matsuyama, prefektur Ehime di bulan Agustus tahun 1997. Mulai bulan April 2005 hingga saat ini menjabat sebagai CEO. Melakukan perubahan pada gaya kerja di dalam perusahaan dan mulai tahun 2011 melakukan cloud computing system pada bisnisnya. Penulis buku 『Bisa Sedikit !』(Bunshun Shinsho),『Hanya Memikirkan tentang Tim』(Diamond Inc.), Mungkin kita tidak bahagia karena monster yang bernama perusahaan 』(Lembaga Penelitian PHP, dsb.

  • Yusuke Hachiya

    Betul sekali. Awalnya saya benar-benar merasa “Memangnya untuk apa kalian masuk ke perusahaan ini?”, “Aku kan sedang berusaha untuk memperbaiki kondisi, tetapi kenapa harus menerima banyak komplain seperti ini?.
    Tetapi pada akhirnya tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Kemudian saya meminta maaf di depan semua karyawan.

Saya adalah presiden direktur yang egois karena memaksa mereka untuk “mengikuti saya”, padahal saya sendiri tidak mempercayai karyawan

  • Yoshihisa Aono

    Presiden direktur minta maaf! Sebenarnya ada kejadian apa?

  • Yusuke Hachiya

    Ada karyawan yang mengatakan “Saya sudah tidak bisa lagi mengikuti bapak presdir.” kepada saya.

    Kalau sudah sampai seperti itu, mau tidak mau saya jadi merenungkan perilaku saya sebagai presiden direktur, dan mengulas kembali pola pikir serta tindakan yang pernah dilakukan.

  • Yoshihisa Aono

    Tentu anda shock, ya?

  • Yusuke Hachiya

    Betul. Saya merasa terpuruk.

    Perusahaan bisa tutup jika pekerjaannya dikurangi, tetapi jika pekerjaannya ditambah, karyawan akan berhenti. Dalam kondisi terdesak seperti itu, saya jadi tidak bisa mempercayai karyawan.

    “Maunya libur. Semua orang hanya berpikir untuk tidak bekerja. Apakah tidak ada yang memikirkan tentang kain celup dan perusahaan”

  • Yoshihisa Aono

    Jadi anda tidak percaya pada karyawan dan berpikir bahwa mereka ingin libur karena malas bekerja?

  • Yusuke Hachiya

    Betul. Ketika itu saya merasa “saat ini bukan waktunya untuk libur”, sehingga langsung menolak permintaan cuti.

    Tetapi jika dilihat dari sisi karyawan, mereka tidak tahu apa yang dituju oleh presiden direkturnya karena tidak ada penjelasan, kemudian bekerja sebanyak apapun tidak ada habisnya dan jam lembur juga terus bertambah, sehingga khirnya berpikir “Apa benar saya harus mengikuti bapak presdir?”

    Ditambah lagi saya juga mengatakan hal-hal egois seperti “Aku sudah bekerja sekeras mungkin, jadi kalian juga harus percaya dan mengikuti aku.” Saya benar-benar telah melakukan hal yang buruk.

Perusahaan tidak akan membaik meskipun presiden direkturnya bersikap angkuh agar terlihat kuat

  • Yoshihisa Aono

    Sebenarnya saya juga pernah bersitegang dengan karwayan.

    Ketika kami sedang berdiskusi, ada karyawan yang mengatakan “Seharusnya kita bisa mengurangi pekerjaan”, dan saya menjawabnya dengan datar “Saya tidak memiliki niat sedikitpun untuk mengurangi pekerjaan”.

  • Yusuke Hachiya

    Begitu, ya ! (sambil tertawa)

    Apa yang menyebabkan Mr. Aono merubah pola pikirnya?

  • Yoshihisa Aono

    Ketika saya merasa harus membangun perusahaan agar lebih maju, banyak orang yang mengundurkan diri.

    Jika kondisinya seperti ini, tidak akan maju. Mungkin ada yang salah? Mungkin ada baiknya untuk melakukan pendekatan kepada masing-masing karyawan? Saya jadi berpikir seperti itu.

  • Yusuke Hachiya

    Begitu, ya. Mungkin esensinya sama dengan saya yang meminta maaf kepada seluruh karyawan.

    Saya akhirnya sadar bahwa perusahaan tidak akan membaik meskipun presiden direkturnya bersikap angkuh agar terlihat kuat.

  • Yusuke Hachiya

    Jika jawaban yang diberikan oleh presiden direktur selalu benar meskipun ada perubahan zaman, karyawan pasti akan mengikutinya meskipun persiden direkturnya bersikap angkuh.

    Tetapi zaman terus berubah dan permintaan pelanggan juga berubah. Di dunia yang memiliki banyak cara penilaian seperti saat ini, saya tidak bisa memikirkannya seorang diri, apa saja yang membuat orang bahagia.

    Akhirnya saya jadi memiliki pemikiran bahwa “jika presiden direkturnya terus-menerus bersikap angkuh dalam menjalankan perusahaan, hasilnya malah jadi tidak efektif”.

Keputusan tidak hanya diambil oleh presiden direktur, tetapi diputuskan bersama-sama

  • Yoshihisa Aono

    Ada perubahan mendetil seperti apa yang terjadi?

  • Yusuke Hachiya

    Saya jadi berhenti untuk memaksakan kehendak saya. Kami berbicara dari hati ke hati, dan saya juga menanyakan apa impian mereka.

    Kemudian selama ini kami tidak memiliki visi perusahaan. Jadi kami membuat visi yang dapat mewujudkan impian masing-masing karyawan.

    Visinya adalah “Menjadi toko kain celup yang no.1 di dunia”.

  • Yoshihisa Aono

    Menciptakan idealisme bersama, ya?

  • Yusuke Hachiya

    Betul. Setelah menentukan idealismenya, mereka jadi ingin mengetahui jarak yang harus ditempuh untuk mencapai dunia idealnya, seperti “Untuk menjadi no.1 di dunia, saat ini kita berada di pertengahan jalan yang mana?”. Jika tidak mengetahui hal tersebut, orang yang bekerja menjadi tidak semangat.

    Untuk itu, saya membuka semua informasi perusahaan agar bisa memutuskannya bersama-sama. Baik penjualan maupun keuntungan, saya publikasikan secara real time, dan “silahkan melihatnya”.

    Jadi sikap saya berubah, di mana keputusan tidak hanya diambil oleh presiden direktur, tetapi diputuskan bersama-sama

  • Yoshihisa Aono

    Perubahan yang sangat besar, ya.

Antara visi perusahaan dan penggunaan sistem akhirnya terhubung dan memiliki makna

  • Yoshihisa Aono

    Untuk masalah lingkungan pekerjaan, bagaimana cara penyelesaiannya?

  • Yusuke Hachiya

    Pertama-tama, siapapun bisa mengajukan cuti tanpa terbebani. Jika dipikirkan sekarang, sebenarnya hal tersebut adalah hal yang umum (sambil tertawa).

  • Yusuke Hachiya

    Meskipun begitu…saat itu saya merasa takut untuk menjalankannya. Saya tidak bisa menghilangkan rasa khawatir bahwa “Jika karyawan bisa mengajukan cuti tanpa terbebani, bukannya pekerjaannya bisa tertinggal?”. Selama ini saya tidak pernah mengizinkan libur sebanyak itu, dan merasa apakah tidak apa-apa melakukan hal seperti ini?

    Dari situ saya berpikir bahwa “aliran pekerjaan harus dibuat dengan jelas agar bisa divisualisasikan”. Saat ini siapa yang sedang melakukan pekerjaan apa, dan ke depannya ada rencana untuk melakukan pekerjaan seperti apa. Jika hal tersebut bisa diketahui, saya bisa bertindak terlebih dahulu untuk mengambil tindakan antisipasi.

  • Yoshihisa Aono

    Begitu, ya.

  • Yusuke Hachiya

    Awalnya saya mencoba untuk mengontrol jadwal dengan stick note. Tetapi karena kantor pusat dan pabrik letaknya terpisah, muncul banyak masalah seperti harus ke lokasi untuk membacanya, atau jika stick note-nya jatuh jadwalnya menjadi tidak jelas dsb.

    Oleh karena itu, agar bisa mengontrol jadwal di manapun, saya menyediakan dana untuk membuat sistem. Tetapi sekarang giliran orang di lapangan yang mengatakan bahwa itu sulit digunakan, sehingga tidak berjalan dengan baik juga.

  • Yoshihisa Aono

    Sistem yang dibuat oleh manajemen tingkat atas tidak bisa diterima di lapangan. Hal yang sering terjadi, ya?

  • Yusuke Hachiya

    Berikutnya, saya mengimplementasikan kintone. Saya pikir dengan menggunakan ini, staff di lapangan bisa melakukan kustomisasi agar mereka sendiri mudah untuk menggunakannya.

    Implementasi sistem berjalan dengan lancar. Tetapi meskipun mereka mengetahui bahwa “dengan kintone kondisi pekerjaan dan jadwal bisa dibagikan dengan mudah”, para karyawan belum mengetahui mengapa mereka harus melakukan hal tersebut.

  • Yoshihisa Aono

    Jadi mereka merasa “hanya menggunakannya saja meskipun tidak begitu jelas, ya?”.

  • Yusuke Hachiya

    Betul sekali yang anda sampaikan. Akhirnya mereka paham setelah saya melakukan presentasi 「kintone hivesambil didukung oleh para karyawan.

  • Yoshihisa Aono

    Wah, ternyata begitu, ya!

Di acara 「kintone hive」yang membagikan tips atau know-how untuk melakukan reformasi cara kerja dengan kintone, presentasi Mr. Hachiya terpilih untuk mendapatkan penghargaan terbaik.

  • Yusuke Hachiya

    Iya. para karyawan berkata kepada saya “Setelah mendengarkan presentasi tadi, kami jadi mengerti mengapa bapak presdir terus-menerus meminta kami untuk menggunakan kintone”.

    Jadi, antara visi perusahaan dengan penggunaan kintone akhirnya terhubung dan memiliki makna.

    Untuk apa menggunakan sistem tersebut? Ada masalah apa di perusahaan dan apa yang ingin diperbaiki dengan menggunakan sistem tersebut?

    Gambaran keseluruhan tentang hal tersebut menjadi jelas, dan setelah memahami “alasan memakainya” dan “alasan melakukannya”, para karyawan jadi mencaritahu sendiri cara pemanfaatan lainnya.

  • Yoshihisa Aono

    Menarik sekali, ya. Orang tidak akan bergerak jika hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi harus sampai pada kesimpulan “impian kami bisa terwujud jika melakukan itu” agar bisa bergerak.

Presiden direktur merasa kesulitan untuk memikirkan karyawannya. Oleh karena itu, sebaiknya diciptakan kondisi di mana para karyawan sendiri bisa berpikir dan bertindak

  • Yoshihisa Aono

    Ada hal yang terus-menerus saya pikirkan, yaitu baik dalam memikirkan manajemen, membangun hubungan kepercayaan maupun mengimplementasikan sistem, presiden direktur tetap merasa kesulitan untuk memikirkan karyawannya.

    Dulu ketika anak yang menunggu orang tua di rumah diangkat sebagai masalah yang besar, saya pernah mengusulkan untuk membuat tempat penitipan anak di dalam perusahaan. Saya pikir semua karyawan akan merasa terharu dengan hal tersebut, tetapi secara mengejutkan mereka menolaknya mentah-mentah.

    Katanya “Apakah anda bodoh?”, “Mr. Aono, tidak mungkin kami mengajak anak-anak menaiki kereta yang penuh sesak di jam berangkat kerja” (sambil tertawa).

  • Yusuke Hachiya

    Hahaha (sambil tertawa)

  • Yoshihisa Aono

    Jika presiden direktur memikirkan karyawan secara searah, maka akan kesulitan.

    Maka dari itu, lebih baik informasi maupun idealisme dibagikan secara terbuka agar karyawan bisa berpikir sendiri dan bertindak.

  • Yusuke Hachiya

    Saya juga merasa begitu. Karena saat ini transaksi kami di luar negeri meningkat sedikit demi sedikit.

    Itu bisa terwujud karena kami memiliki tujuan bersama-sama untuk “membangun toko di luar negeri untuk beberapa tahun ke depan”.

  • Yoshihisa Aono

    Perkembangan secara global juga dipikirkan secara detil sebagai visi, ya?

  • Yusuke Hachiya

    Betul. Ini adalah target yang tercipta dari idealisme saya pribadi yang “Ingin mendatangkan banyak orang ke Iseki yang menjadi tanah kelahiran saya”, dan idealisme dari semua karyawan, yaitu “Dari Iseki menuju ke dunia internasional”.

Karyawan KYOYA somemonoten Inc.

  • Yusuke Hachiya

    Saat ini kami masih berada di pertengahan jalan dan masih banyak rintangan.

    Bagaimana kita harus melewati kondisi tersebut? Saya akan berhadapan dengan karyawan dan membagikan informasi maupun idealisme tanpa ada yang disembunyikan, agar dapat memikirkannya bersama-sama.

  • Yoshihisa Aono

    Bagus sekali. Saya juga mendukungnya!

  • Teks : Shinsuke Tada / Dokumentasi : Naoki Hashimoto / Perencanaan dan Penyunting : Toshiki Yoshihara

Daftar tag

SNS Share