Cara kerja dan Cara hidup

28.Oct.2019 11:41

“Pendapat umum” tentang cara kerja saat ini sebenarnya hanyalah sesuatu yang dianggap wajar dalam beberapa tahun terakhir ini - Memikirkan cara kerja yang tidak terikat pendapat umum bersama Todai Moto Kurashi

Pada tanggal 24 Januari telah diadakan Cybozu style Meetup #5 di kantor Cybozu Nihonbashi. Kali ini tema yang diangkat untuk talk session adalah “Mengapa kami harus bekerja sambil terikat dengan『pendapat umum』?

Yang berperan sebagai moderator adalah Mr. Hirofumi Torii selaku CEO Wasei Inc yang mengelola “Todai Moto Kurashi”. Kemudian sebagai pembicara tamu, kami mengundang kepala editor Ms. Tomomi Isa dan Mr. Quishin sebagai anggota bagian editor sekaligus penulis lepas. Sedangkan yang hadir dari Cybozu style adalah Yoshimitsu Yoshimura selaku kepala editor dan Yuka Akashi selaku anggota bagian editor.

Apakah bisa bekerja dengan full remote? Mengapa melakukan “pekerjaan multipleuntuk mewujudkan aktualisasi diri, bukan dengan pekerjaan sampingan yang hanya menghasilkan uang? Apa persamaan orang yang tidak terikat dengan pendapat umum?

Berbagai pendapat mengenai cara kerja yang tidak terikat pendapat umum telah disampaikan, dengan melihatnya dari 3 poros, yaitu “tempat”, “pekerjaan multiple”, dan “ transmisi (kemampuan pribadi)”

Sebenarnya tanpa bertemu pun bisa bekerja, tetapi berat

  • Hirofumi Torii

    Jika berbicara mengenai tempat kerja di “Todai Moto Kurashi”, harusnya dimulai dari Ms. Isa, ya?

Hirofumi Torii. Lahir di kota Hakodate, Hokkaido. Lulus dari fakultas hukum jurusan ilmu hukum universitas Keio. Setelah lulus menyeberang ke Beijing, Cina untuk bekerja di perusahaan venture milik Jepang di bidang IT, dan mempromosikan perusahaan Jepang di Cina melalui Weibo yang merupakan Twitter versi Cina. Setelah kembali ke Jepang mulai mengelola blog yang diberi nama “Inkyo Danshi”, dan di bulan September 2014 mendirikan Wasei Inc. Beliau juga mengelola web mediaTodai Moto Kurashi” yang memikirkan kehidupan di masa yang akan datang.

  • Tomomi Isa

    Baik. Pertama-tama, bagian editor Todai Moto Kurashi disebut sebagai “bagian editor yang mobile, karena semua anggotanya beraktivitas dengan full remote.

Tomomi Isa. Lahir di prefektur Nigata pada tahun 1986. Lulus dari Yokohama City University. Setelah bekerja di Sumitomo Mitsui Card Co., Ltd. dan Kodansha Ltd., bergabung dengan Wasei. Untuk menjalankan aktivitas menulisnya, memulai karirnya dengan merangkap sebagai penulis yang dibayar 500 Yen untuk 1 artikel. Di tahun 2016 – 2017 mencoba untuk melakukan remote work sambil berkeliling dunia. Telah melakukan perjalanan ke 47 prefektur di dalam negeri, dan 100 kota dari 40 negara di luar negeri.

  • Tomomi Isa

    Dengan kondisi tersebut, dari bulan April 2016 sampai hari ini di tahun 2018, saya melakukan wawancara sambil berkeliling dunia dan mengunjungi seluruh wilayah Jepang, sehingga tidak memiliki kantor maupun rumah.

  • Yoshimitsu Fujimura

    Apakah tidak ada masalah di pekerjaan, meskipun anggotanya tidak pernah berkumpul?

Yoshimitsu Fujimura. Kepala editor “Cybozu style” bagian Corporate Branding Cybozu Inc. Memulai karirnya sebagai jurnalis web media. Pada bulan Mei 2012 turut serta dalam pendirian owned media yang bernama “Cybozu style”, dan mulai Januari 2015 menjabat sebagai kepala editor. Di acara Meetup ini beliau terlalu bersemangat, sampai menumpahkan minuman Highball ketika acara akan dimulai.

  • Tomomi Isa

    Kalau mau jujur, sebenarnya tetap bisa bekerja meskipun tidak bertemu, tetapi secara mental berat, ya.

    Setelah merasakan bekerja dengan full remote, saya jadi merasa betapa pentingnya untuk bertemu langsung dengan orang.

  • Yoshimitsu Fujimura

    Begitu, ya.

  • Tomomi Isa

    Ternyata melakukan komunikasi jarak jauh cukup berat, meskipun dengan rekan kerja yang selama ini telah bekerja sama dan memakan makanan yang sama.

    Misalnya hal yang harusnya selesai dalam 3 detik, jika disampaikan lewat chatting malah jadi tidak jelas, atau nuansanya jadi tidak tersampaikan. Mungkin full remote adalah “penderitaan”.

  • Yuka Akashi

    Sebenarnya, apakah jenis pekerjaan sebagai editor dan penulis berpengaruh besar terhadap terlaksananya pekerjaan full remote?

Yuka Akashi. Setelah lulus kuliah, bergabung dengan Cybozu di tahun 2015. Selama 1,5 tahun berkecimpung di promosi produk, kemudian pindah ke bagian corporate branding. Saat ini melakukan penyuntingan perencanaan “Cybozu style”, dan membuat konten untuk branding perusahaan.

  • Quishin

    Saya rasa itu benar. Sebelumnya saya bekerja di perusahaan yang membuat website, dan pekerjaannya adalah memeriksa hal-hal kecil selama berjam-jam sambil melihat 1 dokumen bersama-sama. Kalau pekerjaannya seperti itu, sulit untuk di-remote.

Quishin. Lahir di kota Odawara prefektur Kanagawa di tahun 1985. Bekerja sebagai penulis lepas dan editor. Setelah lulus dari sekolah menengah umum, sempat menjadi pelawak magang dan bekerja di record shop, kemudian menjadi editor majalah musik. Setelah itu menjadi web director. Sampai saat ini telah berpindah pekerjaan beberapa kali.

  • Tomomi Isa

    Sejak awal saya “ingin bekerja dengan cara seperti itu, sehingga memilih pekerjaan ini”.

    Setelah membaca buku perjalanan Mr. Haruki Murakami yang berjudul『A Faraway Drumbeat』, saya jadi mengidolakan cara kerja yang tidak terikat tempat dan waktu.

    Tetapi saya juga takut jika tiba-tiba bekerja seperti itu, jadi sedikit demi sedikit di akhir usia 20an saya memulainya.

  • Hirofumi Torii

    Tentunya ada pekerjaan yang cocok dengan remote work, dan ada juga yang tidak cocok, ya.

    Tetapi akhir-akhir ini zaman telah berubah berkat kemajuan teknologi. Saya pernah mendengar cerita adanya pegawai toko yang karismatik bisa memanfaatkan layanan live commerce (*) setelah cuti melahirkan, dan bisa menjual baju.

  • Yoshimitsu Fujimura

    Wah, hebat sekali! Kegiatan yang sangat menarik.

  • Hirofumi Torii

    Dulu, tidak pernah terpikirkan untuk melayani tamu dengan remote work  . Tetapi jangan langsung memutuskannya “tidak bisa”, karena saya rasa tidak ada ruginya untuk memikirkan bagaimana caranya me-remote pekerjaannya sendiri

  • * live commerce : Layanan e-commerce, di mana artis atau influencer menayangkan video secara live, kemudian penonton bisa membeli produknya sambil mengajukan pertanyaan dsb. saat itu juga.

Asalkan ada kewajiban bertanya dan kewajiban menjelaskan, perselisihan di tempat kerja bisa dihilangkan

  • Yuka Akashi

    Mendengar Ms. Isa berkata “full remote adalah penderitaan”, saya merasa bahwa di artikel Cybozu style yang ini pun beliau mengatakan hal yang sama.

  • Yuka Akashi

    Cara kerja di Cybozu cukup bebas, sehingga 2 hari dalam seminggu saya dan Mr. Fujimura bekerja dari rumah.

    Di situ saya merasa bahwa orang yang tidak terikat oleh konsep “tempat” adalah 2 orang yang ada di artikel ini.

    Mr. Takeuchi adalah orang yang berpartisipasi dari Nigata, dalam bentuk rekrutmen pekerjaan multiple. Sedangkan Mr. Nagai adalah orang yang tadinya bekerja keras di bidang pemasaran, tetapi pindah ke Paris karena terlalu cinta dengan Paris.

  • Yoshimitsu Fujimura

    Beliau keluar dari perusahaan dan pergi ke Paris karena ingin hidup di tempat yang disukainya.

  • Yuka Akashi

    Yang hebat dari Mr. Nagai adalah, setelah kejadian tadi, dia mengirim pesan langsung via Facebook kepada Mr. Aono selaku CEO bahwa “saya ingin kembali bekerja di Cybozu dengan melakukan remote pekerjaan dari Paris.

  • Yoshimitsu Fujimura

    Wah, luar biasa (sambil tertawa).

  • Hirofumi Torii

    Kehebatan dari Cybozu adalah bisa mewujudkan cara kerja yang bebas seperti itu meskipun memiliki skala perusahaan dengan jumlah karyawan 500 orang lebih. Kalau kami hanya perusahaan venture yang berjumlah kurang-lebih 10 orang, sehingga bisa melakukannya.

    Apakah tidak ada perselisihan di internal perusahaan akibat perbedaan jenis pekerjaan? Misalnya ketidakpuasan seperti “tidak adil karena hanya departemen itu yang diberi kebebasan untuk melakukan sesukanya”.

  • Yuka Akashi

    Saya tidak pernah mendengar yang seperti itu.

  • Hirofumi Torii

    Apakah ada sistem di internal perusahaan yang membuat ketidakpuasan tidak menumpuk?

  • Yuka Akashi

    Di perusahaan kami ada istilah “kewajiban bertanya” dan “kewajiban menjelaskan”. Orang yang merasa tidak puas harus “menanyakan” hal tersebut, dan yang ditanya juga harus “menjelaskan”.

    Hal yang mengganjal diselesaikan saat itu juga. Kami memiliki budaya perusahaan seperti itu.

  • Quishin

    Begitu, ya. Masing-masing orang memiliki tanggung jawab dan kewajiban dirinya sendiri juga dihormati oleh orang lain, sehingga tidak menyalahkan orang lain, ya.

Pekerjaan multiple bukanlah tujuan, tetapi keputusan yang diambil setelah melihat hasilnya

  • Hirofumi Torii

    Selanjutnya, mari beralih ke tema “pekerjaan multiple”.

  • Yuka Akashi

    Untuk pekerjaan multiple, karena Mr. Takeuchi juga hadir di sini, mari kita tanyakan langsung kepada beliau! Beliau hanya masuk kantor 1 bulan sekali, dan kebetulan hari ini adalah harinya.

  • Yoshiharu Takeuchi

    Saya baru saja masuk kantor dan tiba-tiba disuruh bicara, padahal masih belum begitu paham dengan kondisinya (sambil tertawa)

Yoshiharu Takeuchi. Content editor bagian corporate branding Cybozu Inc. Tinggal di Nigata dan Myoko. Selain mengelola Organisasi Non Profit Shigoto no Mirai, beliau bergabung melalui rekrutmen pekerjaan multiple, sehingga terdaftar juga sebagai anggota di bagian editor Cybozy style. Melalui pekerjaan multiple yang kantornya terdapat di “Nigata×Tokyo”, beliau mencoba untuk menemukan kemungkinan baru dengan menjalankan dua hal yang berbeda.

  • Yuka Akashi

    Mr. Takeuchi diterima di Cybozu melalui rekrutmen pekerjaan multiple. Tetapi mengapa berpikir untuk melakukan pekerjaan multiple di Cybozu?

  • Yoshiharu Takeuchi

    Singkatnya saya merasakannya sebagai “hal yang kelihatannya menarik”, tetapi alasan terbesarnya adalah karena 100% merasa simpati dengan filosofi Cybozu. Jika Cybozu tidak membuka lowongan, saya bahkan tidak berpikir untuk melakukan pekerjaan multiple.

  • Yuka Akashi

    Wah ! Ternyata begitu.

  • Yoshiharu Takeuchi

    Saya melakukan pekerjaan multiple setelah melihat hasilnya. Dulu saya pernah bekerja di perusahaan yang jahat terhadap karyawannya dan saya jadi menderita secara emosional. Dari situ saya menjadi tertarik dengan komunikasi dan teamwork di tempat kerja, sehingga menjadikannya bidang keahlian saya.

  • Hirofumi Torii

    Begitu, ya. Ternyata bukan dari awal berniat untuk melakukan pekerjaan multiple, ya?

  • Yoshiharu Takeuchi

    Betul sekali. Cuma saat ini saya tinggal di pegunungan yang terdapat di Nigata, sehingga tidak cocok untuk bisnis. Oleh karena itu, untuk bertahan hidup saya harus mentransmisikannya sendiri via internet.

    Karena terus-menerus menuliskan artikel seperti itu, lama-kelamaan ada permintaan untuk menulis sesuatu atau untuk ceramah, sehinga perpanjangan dari usaha saya sendiri yang menjadi pekerjaan multiple.

  • Yuka Akashi

    Jadi, setelah menjalankannya sendiri akhirnya berkembang menjadi pekerjaan multiple, ya?

  • Yoshiharu Takeuchi

    Betul. Sambil memikirkan apa yang dapat saya lakukan saat itu, areanya semakin luas dan berlanjut hingga menjadi seperti sekarang ini.

Untuk mendapatkan 200 ribu Yen, resikonya akan lebih rendah jika mendapatkannya dari 4 lokasi kerja yang masing-masing pekerjaannya berharga 50 ribu Yen

  • Yoshimitsu Fujimura

    “Todai Moto Kurashi” kan sudah melakukan perjalanan ke seluruh daerah dan sudah mewawancarai kehidupan dan pekerjaan dari berbagai macam orang. Bagaimana pendapatnya tentang pekerjaan multiple?

  • Tomomi Isa

    Dulu saya pernah menerbitkan buku yang berjudul 『Perempuan yang Bermigrasi』dan mewawancarai para wanita yang bermigrasi dari Tokyo atau Kansai ke daerah.

    Kebanyakan dari mereka akan mengganti pekerjaannya ketika berpindah tempat dan melakukan pekerjaan multiple.

  • Yoshimitsu Fujimura

    Lebih lengkapnya, mereka melakukan pekerjaan seperti apa, ya?

  • Tomomi Isa

    Misalnya orang yang awalnya menjadi dosen di universitas yang berada di Osaka pindah ke desa Sakae di prefektur Nagano.

    Orang tersebut selain bekerja di kantor surat kabar daerah setempat selama 3-4 hari dalam seminggu, bekerja part time di tempat penjualan langsung (direct selling), kemudian membuat beras di daerah setempat, dan di musim dingin bekerja di restoran tempat ski… sehingga ada saat-saat dia mengkombinasikan beberapa pekerjaan dalam hidupnya.

  • Yuka Akashi

    Benar-benar “pekerjaan multiple” yang beragam ya.

  • Tomomi Isa

    Setelah bermigrasi, yang penting adalah memikirkan “berapa penghasilan yang ingin diperoleh setiap bulan?”.

    Misalnya jika ingin menghasilkan 200 ribu Yen, seringkali ada komentar yang mengatakan “di zaman ini bukannya terlalu beresiko untuk mendapatkan 200 ribu Yen dari 1 tempat?.

    Jika pekerjaannya bisa menghasilkan 50 ribu Yen di 4 lokasi kerja, hasilnya akan sama. Akan lebih menarik jika bisa melakukan banyak hal, dan bisa terlindungi dari resiko juga.

“Karena kita adalah adalah karyawan perusahaan, lebih baik memiliki kekuatan diri” “Jika seperti itu, bukannya semua orang akan menjadi independen?”

  • Hirofumi Torii

    Tema terakhir adalah mengenai “Transmisi (kekuatan diri). Mungkin inilah topik utama dari acara ini.

  • Yuka Akashi

    Di Cybozu style kami mengadakan edisi khusus tentang “Apa yang harus dilakukan agar karyawan perusahaan memiliki kekuatan diri?”

    Saya memulai perencanaan ini karena diri saya sendiri merasa terperangkap dengan jabatan di perusahaan.

  • Hirofumi Torii

    Begitu, ya.

  • Yuka Akashi

    Misalnya di acara meet&greet seperti hari ini, jika anda memberikan kartu nama “Bagian editor Cybozu style”, orang akan tertarik pada anda. Tetapi orang tidak tertarik pada seorang pribadi yang bernama “Yuka Akashi”.

    Ada saat-saat di mana saya berpikir jika perusahaan saya tidak ada, di mana nilai saya?

  • Tomomi Isa

    Yaa, kelihatannya saya bisa sedikit mengerti.

  • Yuka Akashi

    Menurut saya, bukannya “karena saya adalah freelance”, tetapi “karena saya adalah karyawan perusahaan”, maka sangat penting untuk memiliki kekuatan diri agar tidak tergantung pada perusahaan.

  • Quishin

    Maaf ! Ada hal yang benar-benar ingin saya tanyakan kepada Ms. Akashi.

  • Yuka Akashi

    I, iya ! Tentang apa, ya?

  • Quishin

    Jika kita memperkuat kekuatan diri, bukannya lama-kelamaan akan menjadi “independen”? Karena saya juga sudah menjadi independen, sehingga jujur saja pola pikir seperti itu lebih masuk akal.

    Setelah Cybozu mengusulkan cara bekerja yang baru, semua pegawai menjadi independen dan pada akhirnya tidak ada yang tersisa, seperti itu lah maksud saya.

    Dan saya juga jadi berpikir, apakah Ms. Akashi juga akan keluar dan menjadi independen?

  • Yoshimitsu Fujimura

    Ja, jadi independen……?

  • Yuka Akashi

    Tidak, saya tidak akan begitu ! (sambil tertawa). Karena sebagian besar dari orang-orang yang ada di Cybozu adalah mereka yang bersimpati dengan filosofi Cybozu.

    Meskipun setelah meningkatkan kekuatan diri dan ada hal yang ingin dilakukan di luar perusahaan secara pribadi, tetapi bukan berarti rasa simpati terhadap Cybozu menjadi berkurang.

  • Quishin

    Hm.. Masih mencurigakan.

  • Yuka Akashi

    (sambil tertawa).

  • Quishin

    Saya ingin bertanya kepada Mr. Torii sebagai posisinya di pihak pimpinan perusahaan. Sebenarnya ingin memagari karyawannya atau tidak? Karena perusahaan akan kesulitan untuk menjadi besar jika tidak ada karyawan.

  • Hirofumi Torii

    Dulu saya berada di tempat kerja yang seperti dipagari. Rasanya sesak untuk bernapas, bahkan saya sampai sempat berpikir bahwa seandainya lingkungannya lebih bebas, saya akan berada di sini terus.

    Mungkin ke depannya membuat tempat yang bebas seperti itu akan dibutuhkan. Sebagai hasilnya, Mr. Quishin juga sudah independen tetapi tetap mau hadir di acara hari ini selaku bagian editor dari “Todai Moto Kurashi” dan masih menulis artikel, jadi secara tampilan tidak berubah, kan?

  • Quishin

    Begitu, ya. Jika dari CEO mengatakan hal seperti itu, yang sudah jadi independen juga menjadi tenang, bahkan ingin balas budi kepada perusahaan, ya.

“Perpanjang poros waktu” agar orang yang mengikuti pendapat umum tidak terikat pada pendapat umum,

  • Hirofumi Torii

    Baiklah kalau begitu, mari kita rangkum hasilnya. Tetapi untuk pertanyaan terakhir, apa persamaan orang yang tidak terikat dengan pendapat umum?

  • Yuka Akashi

    Orang yang tidak terikat oleh pendapat umum jarang memakai kata-kata umum. Tadi pagi ada cuitan yang tepat untuk acara hari ini.

  • Yuka Akashi

    Jadi seperti yang tertulis, yaitu orang yang bisa berbicara dengan menjadikan “kalau saya” sebagai subjeknya, bukannya menyelimurkannya dengan kata “biasanya”. Mungkin cukup dengan itu.

  • Hirofumi Torii

    Bagaimana dengan Mr. Fujimura?

  • Yoshimitsu Fujimura

    Mungkin “orang yang terus bertindak” ya. Misalnya orang yang memiliki kekuatan akan tetap bergerak meskipun ada batasan waktu dan tempat.

    Sekecil apapun tidak masalah, yang penting maju. Saya merasakannya seperti itu.

  • Hirofumi Torii

    Terakhir, ada tambahan sedikit dari saya. Boleh kah?

    Saya adalah orang yang konservatif dan cenderung terikat dengan pendapat umum. Nah, ada cara bagi orang seperti itu untuk terlepas dari pendapat umum.

  • Tomomi Isa

    O, yaa.

  • Hirofumi Torii

    Apakah saudara sekalian pernah membaca buku yang berjudul 『 Sapiens A Brief History of Humankind』? (*) Setelah membaca buku tersebut, saya jadi mengerti betapa “pendapat umum” yang ada saat ini sebenarnya hanyalah sesuatu yang dianggap wajar dalam beberapa tahun terakhir ini.

  • 『 Sapiens A Brief History of Humankind』(buku 1 dan 2) karya Yuval Noah Harari, diterbitkan oleh Kawade Shobo Shinsha. Buku best seller yang menuliskan riwayat homosapiens dalam membangun kebudayaannya hingga mencapai zaman ini.
  • Hirofumi Torii

    Misalnya sistem finansial, aturan 1 suami 1 istri, atau hal-hal yang bagi diri kita merupakan hal yang sudah wajar pun, jika poros waktunya diperpanjang bisa menjadi sesuatu yang benar-benar tidak biasa.

    Begitu mengetahui hal tersebut, keyakinan apa yang saya inginkan dalam menjalani hidup ini menjadi lebih penting dibadingkan mengikuti pendapat umum di zaman ini.

  • Yoshimitsu Fujimura

    Begitu, ya.

  • Hirofumi Torii

    Tidak hanya buku ini, tetapi saya juga menganjurkan untuk melihat karya-karya film lama yang terkenal. Akhir-akhir ini saya melihat film “Tujuh orang samurai”, dan ada hal-hal yang “tetap menarik dilihat saat ini”, dan ada “hal-hal yang tidak mungkin terjadi saat ini”.

    Jadi, antara “bagian yang universal” dengan “hal-hal yang populer saat itu” yang ada di dalam diri saya menjadi jelas.

    Menyentuh sesuatu yang memiliki poros waktu yang berbeda adalah salah satu cara untuk lepas dari pendapat umum, dan agar orang yang merasa “tidak dapat bekerja tanpa terikat dengan pendapat umum” bisa berkonsentrasi pada apa yang ingin dilakukannya, dan bagi yang sedang merasa kesulitan silahkan mencobanya.

  • Teks : Nana Sonoda Penyunting : Nanae Matsuo/ Note Dokumentasi : Makoto Tochikubo

SNS Share