Keluarga dan Pekerjaan

17.Feb.2020 16:39

Keluarga di masa yang akan datang dan bentuk pekerjaan

Saat ini pilihan hidup memang berlimpah, tetapi mungkin pilihan yang terbatas akan lebih “menguntungkan” ──Naoko Sakurabayashi × Akiko Shihara

“Seandainya menikah dan punya anak, kemudian bercerai dan menjadi ibu tunggal… Akan ada keterbatasan waktu dan uang, sulit untuk menghasilkan value di pekerjaan, sehingga mungkin akan berdampak buruk pada karir.”

Ketika sedang disibukkan dengan informasi yang berlimpah, bentuk pernihakan dan keluarga yang beragam, serta cara kerja yang beragam, mungkin akan ada orang yang merasa bingung untuk melangkah jika membayangkan “ketidakbebasan” seperti itu, dan tidak bisa menentukan pilihan karena banyaknya pilihan yang tersedia.

Tetapi bagi Mrs. Naoko Sakurabayashi yang mengelola toko kue kukis「SAC about cookies」 dan Mrs. Akiko Shihara yang menulis essay terkait keluarga seperti『Keluarga Tanpa Perencanaan』dan lainnya, mereka berdua bisa memulai karirnya saat ini dan membangunnya karena menjadi ibu tunggal.

Kesuksesan yang diraih oleh mereka berdua sebagai ibu tunggal akan melepaskan persepsi “ketidakbebasan” yang kita bayangkan. Bagaimana Mrs. Sakurabayashi dan Mrs. Shihara menghadapi pekerjaan dan keluarganya? Kami akan menyampaikan dialog untuk menggali lebih dalam tentang “Hubungan antara pekerjaan dan keluarga” masing-masing.

Membuka usaha toko kue kukis untuk “Mendapatkan penghasilan 2 kali lipat dengan waktu yang setengahnya”

  • Rurika Toku

    Mrs. Sakurabayashi, pekerjaan anda adalah menyediakan jasa konsultasi bagi toko lain sambil mengelola toko kue kukis. Saat ini, anda bekerja dengan cara seperti apa?

  • Naoko Sakurabayashi

    Hmm… ini agak sulit untuk dijelaskan… Karena saya mengerjakan dua hal, yaitu pekerjaan yang menghasilkan uang dan yang tidak menghasilkan uang, serta pekerjaan yang diminta oleh orang lain dan yang tidak diminta oleh orang lain.

Naoko Sakurabayashi. Lahir pada tahun 1978, berasal dari prefektur Tokyo. Menikah pada tahun 2002, kemudian melahirkan, dan tidak berapa lama kemudian bercerai sehingga menjadi ibu tunggal. Setelah bekerja sebagai karyawan di dunia penganan selama 12 tahun, di tahun 2011 memutuskan untuk bekerja mandiri dan membuka toko 「SAC about cookies」. Saat ini selain mengelola tokonya, beliau juga menjadi advisor bagi toko atau perusahaan. Memposting “Kisah Tentang Toko Kue Kukis Seorang Ibu Tunggal” di note. Serial komik dan ilustrasi anak perempuannya yang bernama Ahchin (saat ini berumur 15 tahun) tengah dimuat di “HOBO NIKKAN ITOI SHINBUN” sejak tahun 2012 (umur 9 tahun).

  • Rurika Toku

    Kira-kira berapa persen pembagian untuk uang dan waktu?

  • Naoko Sakurabayashi

    70 persen penghasilan berasal dari toko kue kukis, dan waktu yang digunakan untuk itu adalah sekitar 30 persen. Sisa waktu yang 70 persen digunakan untuk melakukan pekerjaan yang tidak menghasilkan uang.

  • Akiko Shihara

    Hebat sekali! Bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi biaya hidup dengan waktu yang sedikit tidak hanya diidamkan oleh ibu tunggal, tetapi menjadi idaman semua orang.

Akiko Shihara. Lahir pada tahun 1982 di prefektur Fukuoka. Ibu tunggal dengan 2 anak, laki-laki dan perempuan. Blog pribadinya yang bernama “Berkembang di Dalam Tangan” menjadi trending topic dan dari situ memulai kegiatan menulisnya dengan serius. Memposting dan memuat serial di BLOGOS, situs web majalah Croissant, AM, dll. Selain itu melakukan berbagai kegiatan seperti mencetuskan ide projek “WE Love Baby” di situs web “Woman Exite”. Penulis buku 『Keluarga Tanpa Perencanaan』(Asahi Press), dan 『Anak Hasil Perceraian』(Magazine House).

  • Rurika Toku

    Saya sangat terkejut membaca cara kerja untuk “Mendapatkan penghasilan 2 kali lipat dengan waktu yang setengahnya” yang ditulis oleh Mrs. Sakurabayashi pada 「Lanjutan・Kisah Tentang Toko Kue Kukis Seorang Ibu Tunggal” di note.

    Karena bagi saya sendiri, waktu yang dapat digunakan untuk bekerja berkurang drastis setelah melahirkan anak, sehingga saya merasa sulit untuk menghasilkan value di waktu yang terbatas……

Rurika Toku. Lahir pada tahun 1987 di prefektur Aichi. Ibu satu anak. Penerbit pertama di penerbit buku untuk buku-buku serial cara kerja yang ditujukan untuk anak muda, dan melakukan perencanaan, penyuntingan, dan penulisan di situs web yang berperan sebagai media informasi. Berpengalaman dalam PR dan pengelolaan toko kosmetik organik di perusahaan penulis. Saat ini bekerja sebagai penyunting dan penulis freelance. Memposting artikel di HUFFINGTONPOST,soar, dll. Hari ini ditemani oleh anak perempuannya dalam melakukan liputan.

  • Naoko Sakurabayashi

    Saya membuka toko sejak 7 tahun yang lalu, tetapi 2 tahun sebelum membuka toko, saya terus berpikir dan menentukan 4 prioritas dalam diri saya dalam bekerja, serta menentukan targetnya.

    Ke-4 prioritas itu adalah mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup, bisa menggunakan waktu dengan bebas, bisa liburan musim panas bersama anak, dan menyediakan tempat bagi anak selain sekolah.

  • Rurika Toku

    Target yang jelas agar bisa menjalani kehidupan yang dekat dengan keluarga, ya.

  • Naoko Sakurabayashi

    Saya menikah di usia 23 tahun, dan menjadi ibu tunggal di usia 24 tahun. Ketika itu saya bekerja di toko penganan, tetapi karena tidak mengetahui kemampuan dan value dari diri sendiri, saya hanya berpikir bahwa satu-satunya cara untuk menambah penghasilan adalah dengan menambah jam kerja.

  • Akiko Shihara

    Betul, betul.

  • Naoko Sakurabayashi

    Tetapi saat anak saya masuk sekolah dasar dan melihatnya menganggur selama 40 hari ketika liburan musim panas, saya jadi berpikir bahwa bahaya jika kondisi seperti ini dilanjutkan hingga 6 tahun ke depan.
    Jika saya bekerja terus, waktu bersama anak akan hilang. Tetapi jika tidak punya uang, anak jadi tidak punya pilihan. Apabila kondisi seperti ini dibiarkan, maka baik uang maupun waktu akan sama-sama kurang.

  • Rurika Toku

    Akhirnya anda memutuskan untuk membuka toko kue kukis yang penghasilannya lebih banyak tetapi tidak membutuhkan banyak waktu, ya?

    Tetapi saya membayangkan bahwa setelah membuka toko, pada kenyataannya pasti berat untuk menjalankan toko sambil membesarkan anak…..

  • Naoko Sakurabayashi

    Inilah ego sebagai ibu tunggal. Karena tidak bisa melakukan hal lainnya, saya jadi berpikir dengan sungguh-sungguh.

    Hanya ini yang bisa saya lakukan, sementara waktunya terbatas dan membutuhkan uang, tetapi tidak ada pilihan lain. Jadi mau tidak mau harus dikerjakan. Mungkin saya bisa mempertahankan ego karena “posisi saya sebagai ibu tunggal”.

Menjadi ibu rumah tangga memunculkan pekerjaan sebagai “Penulis”

  • Rurika Toku

    Kalau Mrs. Shihara, aktivitas utamanya adalah sebagai penulis dan selain itu juga bekerja di bidang PR dll., ya. Saat ini, anda bekerja dengan cara seperti apa?

  • Akiko Shihara

    Awalnya saya berpegangan pada 2 pilar, yaitu pekerjaan menulis dan pekerjaan selain itu yang bekerjanya ikut orang, karena tidak bisa hidup hanya dari menulis.

    Seminggu 2 kali pergi ke kantor dan waktu selain itu saya manfaatkan untuk menulis. Tetapi mulai awal Maret tahun ini, saya merubah cara kerja dengan menjadikannya hanya menulis saja.

  • Naoko Sakurabayashi

    Apa yang menjadi pemicunya?

  • Akiko Shihara

    Saya mengerjakan pekerjaan selain menulis sebanyak 2 kali seminggu agar pendapatannya stabil. Tetapi itu melelahkan dan akhirnya saya membeli lauk saat pulang kerja atau pergi ke massage dsb., sehingga saya merasa ada uang yang harus dikeluarkan agar bisa bekerja.

    Untuk mengatur keseimbangan antara tenaga yang dikeluarkan dengan uang, saya berhenti dari pekerjaan selain menulis.

    Tetapi ini masih bersifat percobaan dan saya masih mencari cara kerja yang tepat untuk mengetahui harus bekerja seberapa banyak dan mendapatkan penghasilan berapa agar seimbang.

  • Rurika Toku

    Kalau kita bekerja sambil membesarkan anak, mau tidak mau jadi berpikir tentang waktu yang dapat digunakan dan uang yang dihasilkan, ya. Menjaga keseimbangan memang sulit…..

    Mrs. Shihara melahirkan di usia 19 tahun dan semenjak itu menjadi ibu rumah tangga. Kemudian baru mulai bekerja di usia 31 tahun, ketika berpikir untuk bercerai, ya?

  • Akiko Shihara

    Betul.

  • Rurika Toku

    Dalam memulai dan memilih karir anda, keberadaan keluarga memberikan pengaruh seperti apa?

  • Akiko Shihara

    Motif saya untuk menulis adalah keluarga, sehingga pengaruhnya sangat besar. Bagi saya yang menjadi ibu rumah tangga setelah lulus dari sekolah menengah umum, permasalahan di keluarga adalah kejadian yang sangat dekat dengan diri saya, dan ketika saya menuliskan apa yang dirasakan di blog, itulah yang menjadi pekerjaan saya.

    Saat ini masyarakat telah mengalami titik balik, di mana baik ibu rumah tangga maupun salaryman memiliki masalah yang beragam, sesuai dengan kedudukannya. Saya menyadari hal tersebut, dan upaya untuk merubahnya yang menjadi modal bagi pekerjaan saya. Jadi bagi saya, menjadi ibu rumah tanggalah yang menjadi pemicu untuk terhubung secara sosial.

  • Rurika Toku

    Begitu, ya.

  • Akiko Shihara

    Sampai saat ini pun saya masih membuat tulisan yang bertemakan “keluarga”, sehingga peran sebagai ibu tunggal atau keberadaan anak laki-laki dan perempuan saya memberikan pengaruh yang besar bagi saya sebagai penulis.

    Selama ini saya merasa minder karena tidak pernah bekerja. Tetapi setelah keluar ke masyarakat, saya jadi mengetahui bahwa banyak orang yang mencari landasan bagi jiwa-raganya, sehingga saya disadarkan kembali mengenai betapa pentingnya makna dari kehidupan dan keluarga.

    Meskipun bentuk keluarga berubah akibat perceraian, saya harus dapat mempertahankan landasan yang nyaman bagi saya dan anak-anak. Saya merasa bahwa kesadaran yang diperoleh dalam kehidupan nyata adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat, meskipun hanya sedikit.

“Ada orang yang menjadi bahagia dengan membantu anda”. Oleh karena itu, silakan meminta bantuan kepada orang lain.

  • Naoko Sakurabayashi

    Menurut saya, dalam bekerja sambil membesarkan anak, yang penting adalah bagaimana kita menyikapi “pekerjaan”.

    Apakah itu pekerjaan untuk menghasilkan uang, atau pekerjaan untuk menyenangkan seseorang, pekerjaan itu ada bermacam-macam. Dalam kasus saya, di awal mula memulai toko, saya bekerja untuk uang. Tetapi saat ini saya juga mengerjakan pekerjaan yang tidak menghasilkan uang.

  • Akiko Shihara

    Apa yang anda dapatkan dari pekerjaan yang tidak menghasilkan uang?

  • Naoko Sakurabayashi

    Saya jadi memiliki teman. Selama ini pekerjaan saya hanya menghasilkan uang, tetapi tidak bisa menghubungkan ke sesuatu yang “menyenangkan” bagi diri saya.

    Pekerjaan yang bermanfaat bagi teman dan membuatnya bahagia adalah hal yang menyenangkan. Karena menggunakan waktu untuk pekerjaan yang tidak menghasilkan uang, saya berpikir alangkah indahnya jika persepsi tentang kerja = menghasilkan uang bisa dihilangkan.

  • Akiko Shihara

    Wah, betul sekali. Saya juga mulai bekerja setelah mengadakan home party dan membuat teman-teman senang.

  • Rurika Toku

    Mencari pekerjaan dengan mengadakan home party merupakan hal baru, ya?

  • Akiko Shihara

    Ketika itu saya adalah ibu rumah tangga dari 2 orang anak yang tidak memiliki pengalaman sebagai anggota sosial masyarakat dan pendidikan di sekolah tinggi kejuruan juga tidak selesai, sehingga saya pikir akan sulit untuk mencari pekerjaan dengan cara yang biasa. Jadi saya mecoba peruntungan di situ. Pada kenyatannya saya bisa bekerja berkat koneksi dari orang yang hadir di home party tersebut.

    Alangkah baiknya jika bisa meminta bantuan kepada orang lain dalam hal pekerjaan maupun membesarkan anak. Tidak hanya kepada orang tua, tetapi meminta bantuan kepada orang lain sambil memanfaatkan aturan yang ada.

    Saya tidak bisa menemukan pengasuh anak yang cocok, sehingga terkadang membayar ibu-ibu yang lain untuk menitipkan anak. Tetapi untuk bergantung kepada orang lain dibutuhkan kemampuan dalam berkomunikasi, sehingga saya merasakan ketidaksempuraan aturan dalam hal hanya orang tua yang dipercaya untuk membesarkan anak.

  • Naoko Sakurabayashi

    Karena meminta bantuan kepada orang lain itu tidak mudah, ya.

  • Akiko Shihara

    Awalnya saya juga tidak suka meminta bantuan kepada orang lain. Tetapi dulu ada yang mengatakan kepada saya bahwa “Ada orang yang menjadi bahagia dengan membantu anda”.

    Meskipun tidak bisa langsung bertindak, tetapi saya jadi merasa bahwa saya boleh meminta bantuan. Sebelumnya saya berpikir bahwa tidak boleh meminta bantuan dan harus berjuang sampai titik darah penghabisan dengan menanggung beban seorang diri. Ternyata tidak perlu untuk berjuang sampai titik darah penghabisan, tetapi berbagilah dengan orang lain.

  • Naoko Sakurabayashi

    Mungkin masih perlu waktu yang lama sampai semuanya bisa menjadi seperti itu, ya.

  • Akiko Shihara

    Menjadi ibu tunggal atau seorang ibu itu seperti mendapat tekanan untuk harus berjuang di garda terdepan agar mendapatkan pengakuan dari sekelilingnya, kan?

    Di situ saya berpikir alangkah indahnya jika tidak ada lagi tatapan masyarakat yang menghakimi ibu dan anak, sehingga saya memulai “Projek WE Love Baby”, . Ini bisa dilakukan karena anak-anak sudah besar dan separuh dari proses membesarkan anak terasa seperti urusan orang lain.

“Bagaimana caranya memanfaatkan waktu” untuk pekerjaan dan keluarga? Temukan cara yang tepat bagi diri anda sendiri

  • Rurika Toku

    Jika melihat ke belakang, apakah ada cerita yang membuat anda kewalahan dalam membesarkan anak seorang diri sambil bekerja?

  • Naoko Sakurabayashi

    Saya adalah tipe orang yang tidak sabar, sehingga hampir tidak pernah berpikir setelah kewalahan. Ketika memulai toko juga segalanya sudah dipikirkan dengan matang selama 2 tahun, sehingga sebagian besar permasalahan sudah masuk dalam perkiraan.

  • Akiko Shihara

    Hebat sekali! Saya malah sebaliknya, yaitu menjadi panik setelah kewalahan. Di perusahaan pertama saya bekerja, ada pekerjaan shift malam seperti menghadiri event dsb., tetapi saya baru panik memikirkan anak-anak harus diapakan di hari-H (sambil tertawa).

  • Rurika Toku

    Di buku 『Keluarga Tanpa Perencanaan』juga tertulis “Semua ketentuan hanya bersifat “sementara””, ya.

  • Akiko Shihara

    Jika saya adalah “Keluarga tanpa perencanaan”, maka Mrs. Sakurabayashi bisa menjalankan “Keluarga dengan perencanaan”…! (sambil tertawa)

  • Naoko Sakurabayashi

    Bukan berarti salah satunya lebih baik, tetapi cara saya adalah hasil identifikasi “pemakaian pribadi” dari barang bawaan saya dengan plus-minusnya termasuk sifat saya, karir saya, dan juga struktur keluarga.

    Jadi tidak perlu memaksakan diri untuk menirunya. Mrs. Akiko memiliki cara Mrs. Akiko sendiri, yang tidak dapat ditiru oleh orang lain.

    Jangan dipikirkan secara terpisah menjadi “pekerjaan dan keluarga” atau “pekerjaan dan liburan” atau “pekerjaan dan selain itu”, tetapi lebih baik dijalankan sesuai dengan kedudukan dan barang bawaannya masing-masing dengan sudut pandang “bagaimana caranya memanfaatkan waktu”,

Ketidakbebasan yang “tidak bisa memilih”. Hal yang bisa dilakukan karena menjadi ibu tunggal dengan keterbatasan waktu dan uang

  • Akiko Shihara

    Menurut saya, orang di dunia ini semua terlahir sebagai “orang yang pilih kasih” dan “orang yang mencintai sesama”.

    Dan saya merasa bahwa ini adalah zaman yang sulit bagi orang yang mencintai sesama untuk menemukan pekerjaannya, karena meskipun terampil dalam melakukan segala hal, dia tidak memiliki hal tertentu yang sangat disukainya.

  • Rurika Toku

    Mungkin saat ini baik informasi maupun pilihan tersedia dalam jumlah yang melimpah, sehingga ada ketidakbebasan “tidak dapat memilih” dalam bekerja maupun menikah.

    Kelihatannya ada rasa takut jika harus memilih apa dan bagaimana dari yang banyak tersebut menjadi satu.

  • Naoko Sakurabayashi

    Memang jika ditanya apakah di usia yang sama di zaman ini saya bisa mengambil pilihan yang sama, jawabannya adalah tidak.

    Ketika saya membuka usaha toko, saya tidak mengetahui cara kerja yang lain dan tidak ada informasi, sehingga hanya dipikirkan sendiri. Seandainya melihat yang lain, mungkin kemampuan yang tidak saya miliki juga dimasukkan dalam pilihan, sehingga saya tidak dapatmemilihnya.

    Selain itu, yang berperan besar memang kedudukan sebagai ibu tunggal yang memiliki keterbatasan waktu dan uang, ya.

  • Akiko Shihara

    Setelah menjadi ibu tunggal, pilihan yang bisa diambil menjadi sedikit, sehingga harus siap menghadapi hal-hal tertentu. Kemudian dengan terlepas dari jalur utama, saya merasa bahwa tidak harus mengikuti yang lain dan terbebas dari tekanan masyarakat, sehingga beban saya menjadi sangat ringan.

  • Naoko Sakurabayashi

    Apalagi bisa mengambil keputusan sendiri tanpa harus berkonsultasi dengan orang lain.

  • Akiko Shihara

    Di zaman ini, mungkin pilihan yang terbatas adalah hal yang menguntungkan.

    Memang dengan memiliki anak dan menjadi ibu tunggal akan ada keterbatasan, tetapi dengan terbatasnya pilihan yang bisa diambil, lebih mudah untuk memutuskan dan menjalani hidup. Melepaskan belenggu yang mengikat diri kita sama dengan membuat beban kita menjadi ringan.

  • Naoko Sakurabayashi

    Memang sulit ya, untuk menentukan mau memilih yang mana. Mungkin akan mudah jika kita bisa mengetahui “nafsu” yang dimiliki, seperti kapan diri kita merasa senang, apa yang membuat bahagia, dsb. Tetapi sering kali kita bahkan tidak tahu apa yang kita inginkan, sehingga menghabiskan banyak waktu untuk mencapainya.

  • Rurika Toku

    Makanya harus memilih dan mencobanya.

  • Akiko Shihara

    Mungkin ada juga yang diputuskan berdasarkan konsekuensi, ya? Kalau tidak, selama tidak ada keterbatasan jadi tidak bisa memilih. Saat ini tidak ada pilihan lain selain menikah! Timing seperti itu hampir tidak akan pernah ada.

  • Naoko Sakurabayashi

    Waktu saya menikah juga seperti itu. Mungkin bisa dicoba untuk 1 kali? Seperti itu rasanya. Tetapi tidak untuk seumur hidup. Dan memang seperti dugaan saya, atau sesuai perkiraan karena akhirnya bercerai. Tetapi cocok atau tidak kan tidak tahu kalau tidak dicoba.

    Yang paling berat adalah pilihannya terlalu banyak dan tidak bisa memilihnya, sehingga tidak bisa apa-apa. Padahal waktu yang disediakan dalam hidup itu terbatas.

  • Akiko Shihara

    Saya ingin meninggalkan Faktor Persekutuan Terbesar, sehingga daripada mengambil pilihan yang aman tanpa warna dan akhirnya tidak bisa memilih, lebih baik memilih 1 kali tapi gagal, karena akan lebih mudah dalam menjalankan hidup.

  • Rurika Toku

    Karena baik pekerjaan maupun pernikahan, kita tidak bisa menentukan pilihan hanya satu kali saja untuk menentukan segalanya, ya.

  • Akiko Shihara

    Dengan membuat tempat kita berada menjadi menyenangkan, akan ada kelanjutannya. Yang penting adalah di tempat seperti apapun, harus semangat dan kreatif untuk membuat hidup kita menjadi menyenangkan!

Teks : Rurika Toku / Penyunting : Yuka Akashi / Dokumentasi : Sakie Miura

Daftar tag

SNS Share