Cara kerja dan Cara hidup

20.Mar.2020 15:54

Bagaimana jika bekerja dari rumah?

Cara kerja menjadi lebih bebas dengan remote work. Tetapi apakah hanya terjadi “hal-hal yang baik” saja? 3 pelaku remote work akan berbincang-bincang dengan jujur untuk membahasnya

Apakah dengan menjalankan remote work yang tidak ada batasan tempat dan waktu, kita bisa bekerja dengan bahagia?

Remote work semakin diperhatikan sebagai salah satu cara kerja karena dapat membantu untuk menjalankan perawatan dan membesarkan anak secara bersamaan, dan dapat mengurangi kemacetan lalu-lintas atau kereta yang penuh berjubel.

Tetapi seringkali yang disorot hanya sisi positifnya saja, dan masih sedikit sekali kesempatan untuk mengetahui permasalahan yang ada dan untuk mendengarkan pendapat langsung dari para pelaku remote work.

Pada ”# Cybozu Style Meetup Vol.15”, kami berbagi “kisah nyata” dari para pelaku remote work dengan mengusung tema “『Cara kerja yang bahagia』 pada remote work”.

Yang menjadi pembicara kali ini ada 3 orang, yaitu Mrs. Reiko Ishida dari Tim Content Curation NewsPicks, Mr. Shigeki Sakurai selaku CEO cabang Nigata sekaligus Business Creation dan penanggung jawab Mirai Inovation Center SHIBUYA, dan Yoshiharu Takeuchi dari bagian editor Cybozy Style yang menjalankan kehidupan di 2 tempat, yaitu Tokyo dan Nigata.

Yang diperbincangkan di situ adalah pentingnya kreativitas dalam “komunikasi” dan “tool”.

Dalam sepatah kata “remote work” terdapat banyak elemen

  • Takeuchi

    Akhir-akhir ini saya sering mendengar kata “remote work”. Tetapi menurut saya cakupannya sangat luas, dari “bekerja di kafe di sela-sela rapat” sampai “full remote seminggu 5 hari yang dilakukan dari jauh”.

    Maka dari itu, meskipun hanya sepatah kata “remote work”, tetapi masalah dan tema yang dihadapi kemungkinan akan berbeda-beda. Hari ini saya ingin berbincang-bincang bersama 3 orang pelaku remote work yang paling keras (sambil tertawa).

    Mrs. Ishida bekerja dengan cara seperti apa, ya?

  • Ishida

    Saya menjalankan full remote work di prefektur Mie, dan sebulan sekali berangkat ke kantor yang berada di Tokyo.

Reiko Ishida. Manager Tim Content Curator NewsPicks / koordinator Work Style Chubu System Center. Saat ini sebagai full remote worker yang tinggal di Mie. Bekerja di rumah atau coworking space (ruang bersama). Menjalani pekerjaan sampingan untuk menyebarluaskan cara kerja yang baru di daerahnya. Beliau juga menangani pengelolaan coworking space dan mengadakan perencanaan event atau aktivitas secara aktif untuk memeriahkan daerahnya. Secara pribadi mengelola komunitas yang mengumpulkan para pelaku cara kerja yang baru. Ibu dari 2 orang anak.

  • Ishida

    Saya sudah tinggal di prefektur Mie sebelum bekerja di NewsPicks, tetapi berkat remote work saya bisa memilih pekerjaan yang sekarang.

  • Sakurai

    Saat ini saya menjalani kehidupan di 2 tempat, yaitu dalam seminggu terbagi dua di Nigata dan Saitama yang merupakan daerah asal saya.

    Awalnya saya bekerja di Tokyo, tetapi dengan intrapreneurship, saya membuka kantor cabang di daerah yang sudah dikenal, yaitu di prefektur Nigata. Saya memberikan dukungan dalam pengelolaan dan pertumbuhan perusahaan.

Shigeki Sakurai. CEO Mirai Consulting cabang Nigata sekaligus Business Creation dan penanggung jawab Mirai Inovation Center SHIBUYA (SHIBUYA QWS). Sempat bekerja di firma keuangan perusahaan asing dsb., kemudian masuk ke Mirai Consulting Group. Membuka cabang Mirai Consulting Nigata di prefektur Nigata yang telah dikenalnya melalui intrapreneurship, dan merupakan orang yang menerapkan hidup di 2 tempat, yaitu dalam seminggu terbagi dua di Nigata dan Saitama. Mulai 1 November menjadi salah satu anggota yang menangani pengelolaan BOOSTER OFFICE di “SHIBUYA QWS” yang didirikan di Shibuya Scramble Square.

Remote work membangkitkan rasa cinta kepada daerah

  • Takeuchi

    Pertama-tama saya ingin membicarakan tentang hal baik yang dirasakan setelah memulai remote work. Bagaimana dengan Mrs. Ishida?

  • Ishida

    Di perusahaan sebelumnya saya harus pulang-pergi ke kantor, tetapi dengan remote work saya bisa mengurangi waktu perjalanan ke kantor.

    Oleh karena itu, saya bisa memanfaatkan waktu luang yang ada secara efektif untuk bekerja sampingan atau untuk hobi, sesuai dengan ritme kehidupan saya.

  • Sakurai

    Kalau saya jadi memiliki daerah yang bisa dianggap sebagai “daerah asal saya”.

    Saya berasal dari Saitama, tetapi banyak orang yang bekerja dari Saitama ke Tokyo, sehingga kecintaan terhadap daerah atau ikatan antar orang daerah menjadi lemah.

    Dan saya pun pernah menjadi salah satu dari mereka, yang tidak memiliki perasaan tertentu terhadap daerah asal. Atau mungkin lebih tepat dikatakan jika “tidak memahami maknanya”.

    Tetapi setelah bekerja di Nigata, saya memiliki banyak kesempatan untuk berhubungan dengan orang di daerah. Ketika ada yang mengatakan “Terima kasih” di pekerjaan, saya jadi merasa telah berkontribusi kepada daerah dan muncullah rasa cinta kepada daerah.

  • Takeuchi

    Memang kalau kita beraktivitas di daerah, akan muncul rasa sayang, ya.

    Kalau saya, selain bekerja, saya juga turut serta dalam komunitas daerah seperti festival, regu pemadam kebakaran, perkumpulan warga, dsb., di mana aktivitas tersebut tidak dapat diikuti jika anda tidak berada di daerah tersebut.

    Saya merasa bahwa bisa berkontribusi kepada daerah sambil mengerjakan pekerjaan di Tokyo adalah kelebihan yang diberikan oleh remote work.

Yoshiharu Takeuchi. Lahir pada tahun 1971 di kota Myoko, prefektur Nigata dan tinggal di Nigata. Tergabung dalam Departemen Corporate Branding Business Marketing Headquarter dan Teamwork Research Institute. Sambil mengelola Organisasi Non Profit bernama Shigotonomirai, melakukan pekerjaan sampingan di Cybozu dan menjalankan full remote work selama 2 hari dalam seminggu.

  • Sakurai

    Betul sekali. Setelah memulai remote work di Nigata, di Saitama pun saya tidak hanya sekedar menghabiskan waktu, tetapi jadi bisa menganggap penting keberadaan komunitas daerah.

  • Takeuchi

    Jika dipikirkan seperti itu, kebaikan dari remote work adalah bisa mempertahankan hubungan antar manusia di tempat tinggal kita sambil membangun hubungan baru di daerah yang ingin kita tinggali, ya.

Anak yang melihat saya bekerja mengatakan “Aku juga ingin cepat bekerja”

  • Takeuchi

    Selain yang berhubungan dengan pekerjaan, apakah dalam kehidupan pribadi anda juga terjadi perubahan?

  • Ishida

    Saya jadi bisa memperlihatkan kondisi saya bekerja kepada keluarga.

  • Takeuchi

    Maksudnya bagaimana, ya?

  • Ishida

    Saya bekerja di rumah, sehingga kondisi saya sedang bekerja bisa dilihat secara terbuka oleh keluarga. Jadi selama konferensi video, keluarga saya bisa melihat saya tertawa atau menderita karena pekerjaannya tidak berjalan dengan lancar.

    Suatu hari ketika pekerjaan sudah selesai dan kami makan bersama, anak-anak mengatakan “Bekerja itu kelihatannya asyik, ya.” “Aku ingin cepat bekerja.”.

  • Takeuchi

    Itu menyenangkan sekali, ya.

  • Ishida

    Kemudian karena mereka bisa melihat suasana kerja saya, saya jadi bisa membahas topik pekerjaan dengan keluarga tanpa merasa sungkan. Saya rasa pengalaman ini bisa didapat karena menjalankan remote work.

Penyebab kesepian dalam remote work adalah “Perbedaan kapasitas komunikasi”

  • Takeuchi

    Apakah ada kesulitan yang dirasakan dalam menjalankan remote work?

  • Sakurai

    Ada 2 hal yang menyangkut konferensi video.

    Pertama, saya merasa sulit untuk bergabung dalam pembicaraan.
    Misalnya ketika melakukan konferensi video dengan kantor yang dihadiri oleh 10 orang dan saya sendirian, jika pembicaraan orang-orang yang berada di seberang layar mulai meriah, saya jadi merasa kesulitan untuk masuk ke dalam pembicaraan tersebut.

  • Ishida

    Memang sulit untuk mendapatkan timing yang tepat untuk berkomentar dalam konferensi video, ya. Akhirnya mudah untuk merasa “Ya sudah, lah” dan tidak jadi berkomentar.

  • Sakurai

    Yang ke-2, setelah konferensi video selesai, orang-orang di kantor akan mulai mengobrol dan saya tidak bisa mengikuti obrolannya.

    Karena mereka posisinya saling bertatap muka dan saya hanya terhubung secara online, sehingga saya tidak bisa mendengarkan pembicaraan setelah konferensi video.

    Setelah itu seringkali terjadi pembicaraan secara online sebagai lanjutan dari obrolan yang tadi, sehingga muncul informasi yang tidak saya pahami, dan itu membuat saya lebih sulit untuk masuk dalam pembicaraan.

  • Takeuchi

    Rasanya kesepian ya, jika tidak dapat mengikuti pembicaraan. Ini adalah salah satu masalah yang muncul dalam menjalankan remote work.

  • Ishida

    Jika begitu, munculnya rasa kesepian dalam remote work mungkin disebabkan karena adanya perbedaan kapasitas komunikasi antar anggota, ya.

  • Takeuchi

    Mungkin kesadaran untuk berbagi perlu ditingkatkan dengan menggunakan chat atau groupware agar pembicaraannya tidak hanya diselesaikan di konferensi video, ya.

Pengungkapan diri menjadi penting karena tidak bisa bertemu langsung

  • Ishida

    Dalam berkomunikasi melalui teks juga ada kesulitan, ya. Apakah Mr. Takeuchi memiliki trik untuk mengatasinya?

  • Takeuchi

    Kalau saya, ada 2 hal yang saya lakukan dalam berkomunikasi melalui teks. Yang pertama adalah dengan memeriksa kembali pemahaman lawan bicara kita, seperti “Baiklah, jadi yang anda maksud adalah begini, ya?

    Jika hanya teks saja, detil instruksinya sulit disampaikan dan mudah menimbulkan kesalahpahaman, sehingga saya menyampaikan pemahaman saya seperti “Saya memahaminya sebagai〇〇, apakah benar begitu?”.

  • Sakurai

    Itu penting, ya.

  • Takeuchi

    Cara lainnya adalah dengan memberikan perubahan di akhiran kata atau menjadikannya seperti kalimat dengan obrolan ringan.

    Misalnya dengan memberi tanda seru ketika menulis “Terima kasih” atau membuatnya lebih santai seperti “Makasih ya“.

    Teks lebih mudah memberikan kesan yang dingin, sehingga saya berusaha untuk berkomunikasi dengan cara yang bisa memperlunak hal tersebut.

  • Ishida

    Saya juga berusaha untuk menggunakan banyak emoji untuk memberikan reaksi yang sedikit berlebihan. Karena jika hanya tulisan saja, kesannya tidak peduli. Saya rasa kita perlu kreatif dalam berekspresi agar terjalin komunikasi yang nyaman.

  • Ishida

    Selain itu saya juga berusaha agar tidak membaca terlalu dalam kalimat di antara spasi.

    Saat memulai remote work, saya berusaha membaca lebih dalam maksud yang tersirat dari teks yang dikirimkan dan berpikir “Di teks bunyinya begini, tetapi apa benar dalam hatinya seperti ini?”

    Hasilnya saya jadi terlalu memikirkan hal yang negatif dan malah menderita.

  • Takeuchi

    Saya bisa mengerti. Karena tidak bisa bertemu langsung, pengungkapan diri terhadap kekhawatiran seperti itu juga menjadi penting, ya.

  • Sakurai

    Setelah menjalankan remote work, apakah komunikasi dalam dunia nyata juga mengalami perubahan?

    Kalau saya, saat pergi ke kantor Tokyo saya tidak hanya memberikan salam, tetapi jadi aktif menyapa teman-teman seperti “Gimana kabarnya?”, “Sehat-sehat saja?”.

    Dengan memahami karakteristik orang tersebut di dunia nyata, kesulitan dalam berkomunikasi melalui teks pun akan berkurang. Kemudian sebagai hasilnya, lebih mudah membangun hubungan untuk mengobrol meskipun lewat online.

Tidak hanya menyediakan tempat untuk menyiarkan informasi, tetapi menciptakan tempat untuk mengumpulkan informasi.

  • Takeuchi

    Komunikasi dalam dunia nyata memang penting, tetapi memanfaatkan tool juga tidak kalah penting. Anda semua menggunakan tool seperti apa?

  • Ishida

    Di NewsPicks kami, kami menggunakan tool chatting seperti Slack dsb. untuk berkomunikasi, sedangkan untuk konferensi video menggunakan Zoom dan Google Hangout.

  • Sakurai

    Kalau di tempat kami, selain tool tersebut kami juga sedang mencoba-coba untuk menggunakan aplikasiyang bisa saling memuji.

    Kami berkreasi untuk meningkatkan komunikasi yang positif secara alami dengan saling mengekspresikan rasa “terima kasih” kepada rekannya.

  • Takeuchi

    Aplikasi yang bisa saling memuji adalah hal yang menarik. Tetapi jika banyak menggunakan tool, apakah tidak bingung untuk mengetahui di tool apa terdapat informasi seperti apa?

  • Sakurai

    Ya memang jadi bingung. Meskipun kita berbagi file melalui cloud, tetapi ada kalanya saya tidak bisa menemukan apa yang dicari, sehingga merasa kesulitan.

  • Takeuchi

    Memang penting untuk memilih tool yang dapat mengumpulkan dan menata informasi agar informasinya tidak terlewatkan, ya.

    Misalnya di Cybozu Style, kami menggunakan kintone untuk membuat prosedur flow pekerjaan dan semua orang bisa memperbaharui informasi terkini.

    Dengan mengumpulkan informasi di 1 tempat, siapapun bisa mengakses dan bisa mengurangi pekerjaan untuk memcari informasi.

Orang dan skill akan mengalami sirkulasi melalui remote work, sehingga masa depan daerah akan semakin terbuka lebar

  • Takeuchi

    Sejauh ini telah dibahas mengenai kesulitan dalam remote work dan cara untuk mengatasinya. Menurut anda sekalian, ke depannya remote work akan seperti apa?

  • Ishida

    Saya rasa dengan mengimplementasi remote work, cakupan pekerjaan akan semakin luas. Karena bisa mendapatkan waktu untuk hobi atau kerja sampingan, kita jadi lebih mudah untuk memilih cara hidup yang kita inginkan.

    Untuk menyampaikan kemungkinan tersebut, saya memulai pekerjaan sampingan sebagai konsultan untuk menyampaikan cara kerja yang baru kepada masyarakat maupun pelajar. Ke depannya saya ingin terus menyiarkan sambil menaruh harapan yang tinggi pada masa depan yang semakin terbuka lebar berdasarkan cara kerja.

  • Sakurai

    Kalau saya berpikir bahwa remote work akan mempermudah kita untuk mendapatkan kekayaan batin.

    Sejak bekerja di dua tempat, saya jadi melihat permasalahan di daerah dan banyak berhubungan dengan orang dari berbagai pekerjaan dan kedudukan. Saya jadi bisa lebih menikmati waktu di luar jam kerja.

  • Takeuchi

    Memang dengan remote work, kemungkinan cakupan pekerjaan akan semakin luas dan kekayaan batin juga semakin terpenuhi, ya.

    Saya tertarik dengan “Daerah x Pekerjaan Sampingan”, yang berarti orang yang di kota bisa bekerja sampingan di perusahaan daerah. Saat ini mereka kekurangan tenaga kerja, tetapi dengan remote work akan muncul interaksi dengan orang kota, sehingga bisa membawa masa depan yang cerah bagi daerah.

  • Ishida

    Alangkah indahnya jika sesama remote worker bisa saling terhubung dan bisa berbagi pengetahuan, ya.

  • Sakurai

    Betul sekali.

Teks : Yuriko Kikuchi / Dokumentasi : Hajime Kato / Penyunting : Kazuhiro Kimura(inquire Inc.)/ Perencanaan : Yoshiharu Takeuchi

SNS Share