Keluarga dan Pekerjaan

21.Mar.2020 13:20

“Jika hubungan suami-istri harmonis, maka semuanya akan lancar” – Yang harus dijaga adalah waktu yang dihabiskan bersama pasangan

Tidak ada kewajiban untuk menyediakan “waktu untuk berkencan dengan pasangan”. Oleh karena itu, kita sendiri yang harus meluangkannya dan menjaganya baik-baik. Saat ini berjuang untuk mengasuh anak dan bekerja adalah hal yang wajar. Tetapi seolah tidak terpengaruh oleh hal tersebut, kami bertemu dengan suami-istri asal Perancis bernama Mrs. Sophie dan Mr. Johan, yang mengutamakan “waktu untuk berkencan bersama pasangan”, meskipun harus mengurangi waktu untuk bekerja atau mengasuh anak.

Suami-istri yang sama-sama bekerja sudah menjadi hal yang umum di Perancis. Oleh karena itu sama halnya dengan di Jepang, banyak wanita yang dikejar-kejar oleh urusan pekerjaan dan mengasuh anak. Dan tentunya di Perancis pun sulit untuk menjalankan semuanya secara bersamaan. Walaupun begitu, ada suami-istri yang percaya bahwa “Jika hubungan suami-istri harmonis, maka semuanya akan lancar”, sehingga mereka membuat skala prioritasnya sendiri tanpa terpengaruh oleh prosedur atau pendapat orang lain, untuk mengatur waktunya dengan baik.

Kami mencoba untuk mewawancarai Mrs. Sophie tentang hubungan suami-istri yang ideal, dan keseimbangan antara rumah tangga dan pekerjaan. Mengapa mereka begitu mementingkan “waktu bersama pasangan”? Banyak petunjuk yang diberikan oleh parisienne (wanita Perancis) yang menjalankan rumah tangga dan pekerjaan secara bersamaan serta memiliki batasan yang jelas ini, agar suami-istri bisa bekerja sama demi kehidupannya yang bahagia.

Meskipun sibuk, tidak lupa untuk meluangkan waktu untuk “berkencan dengan pasangan”

  • Ida

    Sudah berapa lama anda berdua menerapkan waktu untuk “berkencan dengan pasangan”?

  • Sophie

    Seminggu sekali, kami pergi bersama di malam hari.

  • Ida

    Apakah itu pasti?

  • Sophie

    Iya. Setelah anak ke-2 lahir, setiap dua bulan sekali kami mengambil cuti di hari kerja untuk pergi berkencan berdua.

  • Ida

    Jadi anda berdua bekerja sama untuk menentukan tanggalnya secara rutin, untuk meluangkan “waktu bersama pasangan”, ya.

Suami-istri asal Perancis, Mrs. Sophie (36 tahun, foto sebelah kanan) yang bekerja di lembaga publik dan Mr. Johan (35 tahun) yang menangani pekerjaan ekspor di perusahaan manufaktur. Keduanya bekerja full time sambil membesarkan kedua anaknya yang berusia 7 bulan dan 3,5 tahun. Mrs. Sophie yang kembali bekerja 3 bulan setelah melahirkan menyadari betapa pentingnya “Memiliki batasan yang jelas dalam kehidupan” dan “Meluangkan waktu untuk pasangan”, sehingga menjalankan hidupnya dengan memprioritaskan waktu berkencan dengan pasangan sambil tetap mengasuh anak.

  • Sophie

    Di sini tentu saja kami harus mempekerjakan babysitter atau menitipkan ke orang tua sehingga memakan waktu dan biaya, tetapi saya merasa tidak boleh melupakan upaya yang telah kami lakukan ini.

  • Ida

    Mengapa anda begitu mementingkan “waktu untuk berkencan dengan pasangan”?

  • Sophie

    Karena bekerja dan mengasuh anak adalah suatu kewajiban, jadi pasti akan dilakukan dengan penuh semangat dan dicarikan waktu juga. Tetapi waktu untuk suami-istri itu harus diluangkan, karena kalau tidak, tidak akan ada waktunya. Maka dari itu, penting untuk menyediakan waktu untuk berkencan secara rutin.

  • Ida

    Memang sulit untuk menyediakan waktu bersama pasangan jika sedang mengasuh anak, ya?

  • Sophie

    Betul sekali. Singkatnya, saya merasa bahwa “Jika hubungan suami-istri harmonis, maka semuanya akan lancar”!

Hal yang disadari akibat Perancis memiliki tingkat perceraian yang tinggi

  • Ida

    Perancis dikatakan sebagai negara penuh cinta, tetapi dalam skala duniapun tingkat perceraiannya cukup tinggi, ya?

  • Sophie

    Betul sekali…. Di sekeliling kami pun banyak pasangan yang bercerai.

  • Ida

    Kebanyakan dari mereka bercerai karena apa?

  • Sophie

    Memang tidak bisa disamaratakan…. Tetapi meskipun memiliki pekerjaan, anak, dan apartemen yang bagus, saya banyak melihat pasangan yang hubungannya menjadi tidak harmonis dan bercerai.

  • Ida

    Begitu, ya.

  • Sophie

    Padahal jika hal tersebut terjadi, kondisi psikologis anak bisa terpengaruh dan mungkin kita juga jadi tidak bisa berangkat kerja dengan perasaan yang semangat. Oleh karena itu, saya pribadi berpikir bahwa yang harus diperhatikan baik-baik adalah waktu bersama pasangan.

  • Ida

    Karena hubungan suami-istri adalah bagian terpenting dalam rumah tangga, ya?

  • Sophie

    Betul. Maka dari itu, kami menganggap bahwa waktu bersama pasangan sama pentingnya dengan waktu bersama anak-anak!

Tips menjaga kerukunan suami-istri, yaitu “Tindakan yang memperluas wawasan dilakukan bersama pasangan”

  • Ida

    Apa yang terjadi seandainya anda tidak memiliki waktu berkencan dengan pasangan?

  • Sophie

    Pasti akan terbunuh oleh kesibukan sehari-hari, ya. Kalau melihat sifat saya sendiri, kemungkinan saya akan sulit untuk beralih dari pekerjaan dan mengasuh anak, sehingga sudut pandang saya menjadi sempit.

  • Ida

    Saya juga memiliki anak, sehingga bisa mengerti perasaannya.

  • Sophie

    Kalau sudah begitu pasti akan nervous, dan mungkin jadi sering memikirkan sisi negatifnya saja….. Oleh karena itu, saya berpikir bahwa dengan memberikan batasan yang jelas dalam kehidupan dan memanfaatkan waktu secara efektif, saya jadi bisa refreshing !

  • Ida

    Untuk lebih detilnya, anda berdua menghabiskan waktu dengan cara seperti apa?

  • Sophie

    Makan di luar, pergi menonton bioskop, berolahraga dsb. Kami menganggapnya sebagai aktivitas kebudayaan yang bernama kencan, karena dengan melakukannya sebagai suami-istri, kami sama-sama menerima stimulan dari luar dan bisa saling me-refresh.

  • Ida

    Pengalaman seperti itu bisa diceritakan juga kepada anak-anak sebagai cerita yang menyenangkan, ya?

  • Sophie

    Betul. Makanya kami menjaga agar “Kegiatan yang memperluas wawasan dilakukan bersama pasangan”. Jika salah satu dari kami berdua melihat dunia yang baru, bisa jadi hal tersebut menjadi pemicu timbulnya ketidaksesuaian….

Dengan menitipkan anak, kami bisa memberikan pendidikan yang penuh variasi

  • Ida

    Jika memiliki dua anak dan akan berkencan, berarti anak-anak harus dititipkan, ya? Apakah hal tersebut tidak membebani secara finansial?

  • Sophie

    Sedikit-banyak pasti akan memakan biaya. Harga pasaran dari babysitter di Perancis adalah 8 sampai 10 Euro, sehingga pengeluaran kami jadi sedikit membengkak. Tetapi daripada melakukan penghematan dan hubungan suami-istri menjadi buruk, malah sia-sia, kan!?

Biaya babysitter di Perancis adalah 8 sampai 10 Euro per jam, dan jika dihitung dalam mata uang Jepang menjadi sekitar 1,100 sampai 1,400 Yen (sekitar 140 ribu sampai 175 ribu Rupiah).

  • Sophie

    Jadi kami berpikir bahwa daripada menghabiskan uang untuk restoran mahal atau fashion, lebih baik menggunakan uang untuk mengasuh anak.
    Kami bukanlah tenaga profesional dalam mengasuh anak dan tidak membaca buku-buku untuk mengasuh anak sampai habis. Oleh karena itu, lebih baik menghemat waktu dan menitipkan pada ahlinya.

  • Ida

    Karena pada kenyatannya banyak anak yang mempelajari sesuatu di waktu yang terpisah dari taman penitipan atau orang tua, ya.?

  • Sophie

    Betul. Meskipun yang menjadi babysitter bukanlah seorang perawat, tetapi jika setiap kali dititipkan mereka bisa bermain dengan tema yang berbeda, saya rasa bisa memberikan pendidikan yang penuh variasi.

  • Ida

    Di Perancis, banyak orang yang saling menitipkan anaknya di keluarga kenalannya, ya?

  • Sophie

    Iya, dan terkadang saya juga meminta bantuan kepada keluarga teman atau orang tua saya untuk menitipkan mereka. Karena ini tidak memakan biaya.

  • Ida

    Dan anak-anak juga senang untuk menghabiskan waktu bersama kakek-neneknya atau bersama temannya, ya!

  • Sophie

    Selain itu, akhir-akhir ini kami juga sedang mencoba untuk menggunakan cara yang lebih mudah, yaitu dengan memakai aplikasi ”Baby phone”. Setelah anak-anak tertidur, kami pergi minum-minum di dekat sini.

  • Ida

    Apakah itu aplikasi pada ponsel cerdas?

  • Sophie

    Betul. Tetapi ini masih pro dan kontra. Rumah kami dekat dan seandainya anak-anak bangun pun kami bisa kembali dalam waktu 1 sampai 2 menit, atau hampir sama dengan jarak antara ruang tamu dan kamar anak-anak di rumah besar yang berada di desa, sehingga kami merasa tidak masalah untuk menggunakan aplikasi ini.

  • Ida

    Mengejutkan sekali…! Tetapi di Paris, kafe dan restoran bisa berada di sebelah rumah, sehingga mungkin bisa meluangkan waktu dengan cara seperti itu, ya.

Setiap orang memiliki cara penilaiannya masing-masing, sehingga temukan cara anda sendiri

  • Ida

    Saya merasa bahwa kalian berdua telah meluangkan waktu dengan baik untuk menghabiskan waktu bersama, tetapi apakah ada kesulitan yang dihadapi?

  • Sophie

    Tentu saja, kami terkadang mendapatkan kritikan yang keras dalam menjalankan metode pengasuhan anak seperti ini.

  • Ida

    Misalnya di saat seperti apa?

  • Sophie

    Misalnya ketika kami menggunakan aplikasi yang saya ceritakan tadi dan makan malam di kafe yang berjarak 50m dari rumah.

  • Ida

    Apakah terjadi sesuatu?

  • Sophie

    Madame (nyonya) yang berada di meja sebelah menyadari bahwa kami meninggalkan anak-anak dengan aplikasi, kemudian memarahi kami dengan sangat keras. Dia mengatakan “Bagaimana jika terjadi sesuatu pada anak-anak?”

  • Ida

    Meskipun di Perancis, bukan berarti semua orang bisa menerima kondisi seperti itu, ya.

  • Sophie

    Menurut saya, anak-anak lebih bahagia jika bisa tidur nyenyak di rumah yang sepi daripada diajak ke restoran. Kami juga jadi lebih bebas dan sejauh ini tidak ada masalah, tetapi kelihatannya orang tersebut tidak bisa memahaminya…..

  • Ida

    Meskipun kita juga bisa mengerti perasaan Madame tersebut, ya.

  • Sophie

    Betul sekali. Semua orang memiliki cara penilaian yang berbeda dan di Perancis pun, generasi yang seangkatan dengan ibu saya juga dulunya mengasuh anak tanpa istirahat, sehingga wajar jika beliau merasa terkejut.

  • Ida

    Mungkin pola pikir generasi yang seangkatan dengan ibu Mrs. Sophie hampir sama dengan Jepang saat ini.

  • Sophie

    Benarkah begitu? Karena setiap orang memiliki cara penilaiannya masing-masing, sehingga menurut saya, yang penting adalah bukannya apa yang benar, tetapi lebih baik saya menemukan cara saya sendiri.

  • Ida

    Bagaimana untuk liburan jangka panjang?

  • Sophie

    Untuk liburan Natal kali ini, saya berencana untuk menitipkan anak-anak di rumah orang tua selama 1 minggu dan berwisata ke pulau Karibia. Sambil bercanda, ibu saya berkata “Percuma melahirkan kalau tidak mau mengasuh anak yaa..” (sambil tertawa).

  • Ida

    Keputusan yang berani, ya.

  • Sophie

    Saya juga tidak hanya menitipkannya saja, tetapi telah memesan babysitter untuk datang ke rumah orang tua saya 3 kali seminggu selama 3 jam. Saya juga telah mengatur tanggal di mana pasangan suami-istri adik perempuan saya datang membawa sepupunya.

  • Ida

    Jadi tidak hanya memasrahkannya saja, tetapi tetap mengusahakan sesuatu yang disesuaikan dengan kemampuannya, ya?

  • Sophie

    Betul. Tetapi di zaman ibu saya hal seperti ini tidak dapat dilakukan, sehingga mungkin beliau merasa sedikit iri.

Dinding penghalang dihadapi bersama-sama. Tugas suami adalah memberikan pengertian kepada orang-orang di sekitar.

  • Ida

    Apa yang dilakukan ketika menerima kritik atau mendapatkan teguran?

  • Sophie

    Biasanya saat terjadi hal seperti itu, Johan-lah yang akan memberikan pengertian kepada orang-orang di sekitar. Memang terkadang kami menerima kritik, tetapi saya merasa bahwa kami bisa menjaga waktu untuk berkencan berkat Johan.

  • Ida

    Hubungan suami-istri yang romantis, ya.

  • Sophie

    Sebenarnya Johan-lah yang aktif untuk melakukan kencan dengan pasangan.

  • Ida

    Dukungan suami untuk memperjuangkan keputusan bersama menjadi kekuatan yang besar, ya.

  • Sophie

    Mungkin karena dia merasa memiliki tenaga yang lebih besar, sehingga meskipun sama-sama pulang kerja, dia akan memasak dan mengurus anak.

  • Ida

    Dalam kesehariannya pun anda berdua selalu bekerja sama baik dalam mengasuh anak maupun urusan rumah tangga, ya.

  • Sophie

    Betul. Mungkin karena kami juga terjun langsung dalam mengurus anak, makanya tidak merasa bersalah ketika harus menitipkan anak.

  • Ida

    Begitu, ya. Terakhir, bagaimana tipsnya agar hubungan suami-istri menjadi harmonis?

  • Sophie

    Kami memiliki aturan ketika harus bepergian sendiri dan menitipkan anak pada pasangan, tidak boleh ikut campur dalam pola asuh yang diterapkan oleh pasangan. Jadi “Percaya pada pasangan“, hanya itu saja.

  • Ida

    Terima kasih sekali. Saya jadi bisa merenungkan kembali bahwa meskipun kebersamaan dalam keluarga dianggap sebagai hal yang wajar, tetapi penting untuk menjaga “waktu untuk berkencan dengan pasangan“ dan selalu ingat untuk memiliki “batasan yang jelas dalam hidup“.

Teks dan dokumentasi : Sumiyo Ida / Perencanaan dan peyunting : YurinaNagai

SNS Share