Perusahaan dan Organisasi

25.Jul.2020 15:18

Bagaimana jika bekerja dari rumah?

“1 unit komputer pribadi saja sudah cukup untuk bekerja dari rumah” Ternyata kenyataannya tidak seperti itu. -”Kiat menjalankan telework” yang ditemukan setelah melakukan trial&error selama 3 tahun.

Artikel kali ini adalah serial dari buku yang menceritakan sudut pandang Yoshiharu Takeuchi sebagai pelaku dari pengelola Organisasi Non Profit di daerah, yang juga memiliki pekerjaan sampingan (double job) di Cybozu. Tema yang diangkat kali ini adalah “bekerja dari rumah dan telework (bekerja jarak jauh)”. Untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19, masing-masing perusahaan mulai menerapkan kerja dari rumah. Tetapi setelah dijalankan, ternyata muncul berbagai masalah. Bagaimana caranya agar kita bisa melewati masa-masa yang sulit ini?

Seperti yang kita ketahui, saat ini Jepang sedang mengalami dampak yang besar akibat penyebaran virus COVID-19 (selanjutnya disebut virus COVID-19).

Untuk mengurangi kontak dengan kasus supek dan kasus konfirmasi, pemerintah menghimbau dengan keras agar perusahaan menjalankan kerja dari rumah melalui telework.

Mendengar kata telework, hal yang sering dikatakan orang adalah “Asalkan ada 1 unit komputer pribadi saja sudah cukup untuk bekerja”. Saya sudah menjalani telework selama kurang-lebih 3 tahun, sejak musim semi tahun 2017. Kantor saya di Tokyo dan rumah saya berada di Nigata, tetapi sebagian besar pekerjaan saya kerjakan dengan 1 unit komputer pribadi.

Tetapi, apakah orang yang biasa bekerja di perusahaan dengan lingkungan yang “nyaman untuk bekerja”, benar-benar bisa bekerja dari rumah asalkan ada 1 unit komputer pribadi? Benarkah tidak ada masalah sama sekali? Kita jadi bertanya-tanya tentang hal tersebut.

Selain itu, meskipun sebelum menjalankan double job di Cybozu saya sudah bekerja dari rumah untuk waktu yang lama, telework ini juga rasanya sedikit berbeda dengan freelance yang “bebas” bekerja di rumah. Kali ini, pasti banyak masalah yang dihadapi oleh orang-orang yang baru pertama kali menjalankan kerja dari rumah.

Ditambah lagi, saat ini banyak sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan sekolah pendidikan khusus yang diliburkan. Tentunya banyak orang yang merasa kesulitan ketika harus bekerja di rumah yang ada anak-anaknya. Selain itu, pasti ada juga yang merasa khawatir, “sampai kapan saya harus bekerja di lingkungan seperti ini….?”.

Oleh karena itu, di artikel ini saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya tentang apa yang saya dapat setelah melakukan trial&error selama 3 tahun, kepada anda sekalian yang mendadak harus menjalankan telework dan bekerja dari rumah akibat adanya bencana nasional

Kesulitan dalam telework dan bekerja dari rumah - Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan

Pertama-tama, saya akan memaparkan kesulitan-kesulitan yang mungkin akan dihadapi oleh kebanyakan orang saat bekerja dari rumah.

Kesulitan dalam menjalankan kerja dari rumah secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu “Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan” dan “Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi”.

Masalah tidak bisa mengakses informasi internal perusahaan

Sehubungan dengan keamanan informasi, banyak perusahaan yang melakukan pembatasan ketat terhadap informasi yang akan dibawa ke luar kantor. Jika pekerjaan sehari-hari harus dilakukan berdasarkan kertas, maka informasi tersebut tidak dapat dibawa ke luar kantor, sehingga kebanyakan orang akan mengalami kesulitan ketika harus mengerjakan pekerjaannya dari rumah.

Selain itu, meskipun informasinya sudah berupa data, banyak juga kasus yang tidak bisa mengakses ke informasi internal perusahaan. Belum lagi, ada juga orang yang tidak memiliki komputer pribadi yang bisa digunakan di rumah, atau berada di lingkungan yang tidak didukung oleh jaringan.

Masalah tidak bisa menerima / menyerahkan kertas dokumen

Ketika menjalankan transaksi di luar perusahaan, banyak informasi yang berupa kertas seperti invoice dan kwitansi. Jika tidak bisa menerima invoice, maka orang akunting tidak bisa bekerja, dan jika tidak bisa menyerahkan kwitansi yang sudah dibayar, maka akan ada orang yang kesulitan untuk menghitung biaya yang telah dikeluarkan.

Persetujuan dari atasan berupa stempel juga tidak memungkinkan secara fisik.

Masalah lingkungan kerja yang buruk

Meja dan kursi di office sudah disiapkan agar nyaman dalam bekerja. Oleh karena itu, kebanyakan bisa diatur ketinggiannya dan memiliki bantalan pelindung bermutu tinggi.

Tetapi meja dan kursi di rumah menjadi tidak nyaman jika digunakan untuk bekerja dalam waktu yang lama, dan tidak sedikit yang merasakan pundaknya menjadi kaku atau pinggangnya sakit.

Selain itu, ada juga masalah “laptop layarnya kecil, sehingga mudah lelah”

Masalah kesulitan dalam berkomunikasi

Jika bekerja dari rumah, komunikasi sehari-hari menjadi masalah yang sangat sulit. Kita tidak bisa berkonsultasi dengan santai seperti ketika bertatap muka, dan jika tidak terbiasa, berbicara dengan mengetik teks juga akan menyulitkan. Kita bisa stres saat harus menyampaikan permasalahan atau pekerjaan yang membutuhkan kecepatan melalui kalimat.

Masalah tidak bisa menggunakan tool

Mungkin kita telah terbiasa untuk menggunakan groupware dsb. saat berada di kantor. Tetapi banyak kasus di mana sebenarnya sudah ada sistemnya tetapi tidak tahu cara menggunakannya, seperti cara mengakses secara remote dari luar kantor, cara menggunakan sistem konferensi video, dll.

Departemen sistem informasi pasti akan kewalahan menghadapi pertanyaan dari para karyawan.

Misalnya dalam penanganan virus COVID-19 kali ini, pada dasarnya Cybozu juga menerapkan kerja dari rumah. Tetapi ketika melakukan konferensi video, banyak percakapan seperti “Kalau mau membagikan dokumen, caranya bagaimana ya?”, sehingga saya merasa bahwa “di internal Cybozu pun, ternyata banyak orang yang tidak terbiasa untuk menggunakan tool, ya”

Masalah tidak bisa bekerja jika tidak ke lokasi

Pekerjaan yang “ perlu bertatap muka” seperti sales, sulit untuk menerapkan kerja dari rumah. Selain itu, pekerjaan manufaktur yang menangani “barang” secara fisik juga tingkat kesulitannya cukup tinggi untuk bisa menjalankan telework.

Kesulitan dalam telework dan bekerja dari rumah - Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi

Berikutnya adalah kesulitan yang muncul dalam kehidupan pribadi. Di sini akan saya paparkan hal-hal yang berkaitan secara perorangan hingga keluarga.

Masalah sulitnya mengganti suasana

Saat anda bekerja dari rumah, tidak ada batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sehingga sulit untuk mengganti suasana.

Tidak hanya kali ini saja, tetapi sebenarnya sejak dulu Cybozu telah dikondisikan agar bisa menjalankan pekerjaan dari rumah, sehingga tidak sedikit orang yang menerapkan gaya kerja yang “kadang-kadang bekerja dari rumah”.

Tetapi dalam penanganan virus COVID-19 kali ini, “setiap hari orang harus berada di rumah”, sehingga banyak yang mengatakan “Saya pikir sudah terbiasa untuk bekerja dari rumah. Ternyata kalau setiap hari berat juga, ya.”. Karena walaupun sudah berpengalaman, mereka tetap butuh waktu hingga terbiasa.

Masalah kurang olah raga

Jika harus berangkat ke kantor, kita akan jalan atau bergerak. Tetapi jika bekerja dari rumah, area geraknya hanya sebatas pergi ke toilet, sehingga mudah menjadi kurang olah raga.

Masalah kesepian

Bekerja di rumah ternyata membuat kita merasa kesepian. Saat mengerjakan pekerjaan yang harus berkonsentrasi seorang diri seperti menulis proposal dan membuat slide untuk presentasi, kesendirian tidak menjadi masalah. Tetapi ketika tidak bisa berbicara santai dengan rekan kerja dan berkeluh-kesah ketika merasa mentok di pekerjaan, itu akan menjadi masalah.

Masalah sulit mengatur waktu

Jika bekerja dari rumah, tidak ada pemisah secara fisik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Oleh karena itu, sulit untuk mengatur waktu.

Masalah harus mengasuh anak

Anak-anak yang biasanya pergi ke tempat penitipan anak atau sekolah, akan berusaha mendapatkan perhatian ketika ayah dan ibunya berada di rumah. Terutama kali ini semua sekolah serentak untuk meliburkan muridnya, sehingga anak-anak tidak bisa keluar rumah dan mereka merasakan stress yang cukup berat.

Selain itu, jika anak-anak berada di rumah, orang tua juga harus menyiapkan makanan dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, di mana hal tersebut akan memakan waktu.

Masalah pasangan yang meminta berbagai macam bantuan

Jika bekerja di rumah, pasangan kita terkadang meminta berbagai macam bantuan seperti “Tolong ditemani belanja, ya?”, “Hari ini ada waktu tidak? Aku ingin diantar ke rumah sakit”, dll.

Meskipun kita memahami bahwa pasangan kita tidak bermaksud buruk, tetapi seringkali kita jadi merasa “Sebenarnya aku ini kan sedang kerja….”.

Melakukan trial&error telework dan bekerja dari rumah selama 3 tahun

Dengan melihat penjabaran di atas, kita jadi mengetahui bahwa bekerja dari rumah tidak cukup hanya dengan “1 unit komputer pribadi untuk bekerja ”.

Mungkin orang akan senang jika diberi tips seperti “○cara untuk membuat kerja dari rumah menjadi nyaman” agar masalah-masalah di atas dapat terpecahkan. Tetapi menurut saya, pada kenyataannya solusinya tidak semudah mengatakan “begini saja agar lebih baik”.

Saya bisa berkata begitu karena saya pribadi telah berkali-kali melakukan trial&error selama 3 tahun.

Tetapi bukan berarti saya merasa “Mari kita hentikan saja karena bekerja dari rumah itu sulit”. Melainkan saya jadi berpikir jika kita bisa menyiapkan lingkungan telework dan bekerja dari rumah dengan baik, untuk jangka panjangnya kita jadi bisa menerapkan gaya kerja yang fleksibel yang tidak dibatasi oleh tempat.

Selain itu, apabila perusahaan bisa menerapkan telework, maka perusahaan bisa mengurangi risiko berhentinya bisnis di saat terjadi keadaan darurat seperti yang dialami kali ini.

Di Cybozu sendiri yang saat ini sudah bisa menjalankan kerja dari rumah dengan lancar pun, yang menjadi pemicunya adalah gempa berkekuatan besar di daerah Tohoku yang terjadi pada bulan Maret 2011. Sejak kejadian tersebut, bisnis tetap bisa berjalan meskipun telah terjadi berbagai macam bencana alam.

Mulai dari sini, saya akan fokus untuk menjelaskan “bagaimana caranya memanfaatkan kesempatan kali ini” dan “hal-hal yang bisa diperbaiki dengan sedikit inovasi” bagi anda yang akan memulai telework.

Kiat menjalankan telework dan bekerja dari rumah - Hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan

Pertama-tama, mari kita lihat kiat menjalankan telework dan bekerja dari rumah, yang berhubungan dengan pekerjaan.

Penanganan terhadap masalah yang tidak bisa mengakses informasi internal perusahaan

Agar kerja dari rumah melalui telework bisa dijalankan sama seperti di office, anda wajib untuk menyiapkan lingkungan yang mendukung komputer pribadi, dan harus bisa mengakses informasi internal perusahaan.

Untuk mempersiapkan lingkungan yang dibutuhkan, misalnya anda bisa menggunakan VDI (Virtual Desktop Infrastructure) agar bisa mengoperasikan komputer pribadi di kantor melalui komputer pribadi di rumah, membawa pulang laptop kantor yang bisa dihubungkan ke jaringan, dsb.

Di Cybozu, kebanyakan karyawan menggunakan laptop. Setelah mengikuti pendidikan keamanan, mereka bisa terhubung dengan groupware yang berbasis cloud, meskipun sedang berada di luar perusahaan.

Pekerjaan sehari-hari juga dilakukan di lingkungan yang sama, sehingga mereka tetap bisa melanjutkan pekerjaannya seperti biasa, meskipun terjadi kondisi darurat seperti kali ini.

Penanganan terhadap masalah yang tidak bisa menerima / menyerahkan kertas dokumen

Invoice dan kwitansi yang berupa kertas bisa dijadikan elektronik. Tetapi dari segi praktek bisnis dan hukum pajak di Jepang, tidak semua dokumen bisa diserahkan dalam bentuk elektronik, sehingga masih banyak permasalahan yang tidak bisa ditangani oleh perusahaan sendiri.

Tetapi jika hanya penanganan sementara, bisa diatasi dengan mengirim kwitansi dalam bentuk PDF, dan bisa menggunakan kwitansi yang difoto dengan ponsel pintar atau scanner.

Untuk saya pribadi yang sehari-harinya telah menjalankan telework dan bekerja dari rumah, pengurusan dokumen fisik seperti invoice dan kwitansi dilakukan melalui data elektronik. Kemudian bagi yang membutuhkan dokumen aslinya, akan diserahkan ketika saya masuk ke kantor sebulan sekali.

Selain itu, dalam menangani virus COVID-19 kali ini, prinsip Cybozu adalah bekerja dari rumah. Tetapi bagi sebagian karyawan yang dalam pekerjaannya tetap perlu untuk datang ke kantor, mereka mengizinkannya dengan persyaratan tertentu.

Penanganan terhadap masalah lingkungan kerja yang buruk

Pekerjaan tetap bisa dilakukan tanpa adanya meja dan kursi yang khusus, tetapi kenyamanan kursi memang berdampak besar terhadap pekerjaan.

Jika anda merasakan beban pada tubuh seperti pundak yang kaku dan sakit pinggang, bagaimana jika anda menyediakan kursi yang bisa diatur ketinggannya? Pencarian dengan kata kunci “kursi kantor” dsb. bisa menuntun anda untuk menemukan kursi kantor yang murah seharga ratusan ribu.
Kemudian jika “layar laptop yang kecil membuat lelah”, bisa diatasi dengan cara “menjadikan TV sebagai monitor eksternal”. Sebagian besar komputer pribadi dan TV memiliki terminal oputput dan input HDMI. Anda bisa menggunakannya setelah dihubungkan dengan kabel.

Meskipun bukan monitor khusus untuk komputer pribadi, tetapi cukup jika hanya digunakan untuk penanganan sementara.

Penanganan terhadap masalah kesulitan dalam berkomunikasi

Jika bekerja dari rumah, kebanyakan komunikasi menggunakan groupware atau chat tool. Oleh karena itu, komunikasinya akan berpusat pada teks.

Penanganan terhadap masalah yang tidak bisa menggunakan tool

Permasalahan yang terjadi pada pemakaian tool kebanyakan karena belum terbiasa. Di kesempatan ini, silakan mencoba berbagai macam tool yang digunakan di kantor.

Misalnya ketika sedang mengadakan konferensi video muncul pertanyaan “Bagaimana caranya untuk membagikan dokumen?”, cobalah untuk tanya ke rekan kerja atau mencari tahunya di internet. “Wah, ternyata bisa digunakan dengan cara seperti ini ya!” Anda bisa terkejut karena banyaknya fungsi praktis yang bisa digunakan.

Selain itu, jika office tidak menentukan tool tertentu untuk digunakan, bagaimana jika anda memanfaatkan kesempatan ini untuk mencoba berbagai macam tool? Di dunia ini, ada berbagai macam online tool, seperti chat tool tidak berbayar, sistem konferensi video, dll.

Sebagai contoh, di bagian editorial Cybozu Style, kami menggunakan groupware perusahaan sendiri untuk pekerjaan. Sedangkan untuk konferensi video kami menggunakan Zoom, dan komunikasi dengan mitra di luar perusahaan menggunakan Slack, Facebook messenger, dll.

Sedikit menyimpang dari topik utama, pada konferensi video antara 1 (saya) dan n (office), awalnya saya memang kesulitan untuk masuk dalam pembicaraan, dan butuh pembiasaan karena terkadang mereka meminta pendapat saya secara tiba-tiba. Tetapi setelah semua orang menjalankan telework, kami jadi berada di posisi yang sama, sehingga kondisinya menjadi jauh lebih mudah daripada melakukan konferensi video yang 1 lawan orang banyak.

Penanganan terhadap masalah yang tidak bisa bekerja jika tidak ke lokasi

Pekerjaan yang biasanya “perlu bertatap muka” pun, ada kalanya bisa ditangani secara online.

Misalnya di Cybozu, wawancara rektrutmen yang kebanyakan dilakukan secara tatap muka saat ini dilakukan secara online. Berbagai seminar juga dialihkan menjadi webinar (seminar via online).

Sedangkan kerja dari rumah untuk pekerjaan manufaktur yang menangani “barang” secara fisik, sampai saat ini saya masih belum menemukan solusi yang tepat. Tetapi bagaimana jika kesempatan kali ini digunakan untuk berpikir “seandainya harus bekerja dari jauh, maka ……”?.

Misalnya seperti di bidang pertanian yang menggunakan drone untuk menyemprotkan pestisida dari jarak jauh.

Kiat menjalankan telework dan bekerja dari rumah -Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi

Berikutnya adalah masalah yang berhubungan dengan kehidupan pribadi saat bekerja dari rumah. Kunci untuk memecahkan masalah kehidupan pribadi adalah “berbagi informasi” dan “mandiri”.

Penanganan terhadap masalah sulitnya mengganti suasana

Pada dasarnya, diri kita sendiri yang harus mengatur kapan akan ganti suasana. Jika sedang tidak melakukan konferensi video, cobalah untuk mengganti suasana dengan mengenakan baju atau mendengarkan musik yang bisa membuat santai dan meminum minuman kesukaan anda.

Penanganan masalah kurang olah raga

Carilah cara yang tepat untuk diri anda sendiri dalam mengatasi kekurangan olah raga. Di zaman penanganan virus COVID-19 ini, tidak masalah jika hanya jalan-jalan di lingkungan sekitar sambil menghindari kerumunan orang.

Contohnya di Cybozu, ada karyawan yang izin melalui groupware dengan menuliskan “saya cabut dulu ya selama 1 jam” untuk melakukan olah raga ringan bersama anak perempuannya yang kurang orang laga akibat sekolahnya diliburkan.

Penanganan terhadap masalah kesepian

Untuk mengatasi masalah kesepian, solusi yang tepat adalah chatting dengan rekan kerja. Buatlah grup chatting dengan rekan kerja, dan tulis apa yang anda rasakan di waktu-waktu tertentu.

Di Cybozu sendiri, kami membuat “laporan menitan” (bukan laporan harian,tetapi “laporan dengan satuan menit”) di groupware internal kantor. Laporan tersebut seperti “obrolan santai”, dan berguna untuk menginformasikan kondisi dirinya saat ini dan untuk memahami kondisi para anggota.

Poinnya adalah “boleh menulis apa saja”. Dengan tidak hanya mengungkapkan masalah pekerjaan, dan membuka diri melalui obrolan santai seperti “Aduh, capek deh”, “Kerja dari rumah susah banget sih” dsb, para anggota bisa mengisi rasa kesepiannya.

Sebenarnya kondisi yang ideal adalah bisa melakukan hal tersebut tanpa memandang atasan atau bawahan, tetapi jika itu dirasa terlalu sulit, bisa dimulai dulu dengan sesama rekan kerja yang akrab.

Jika saat ini belum menggunakan chat tool di dalam kantor, anda bisa mencarinya dengan kata kunci “business chat” dll. Ada juga chat tool yang tidak berbayar.

Penanganan masalah sulit mengatur waktu

Pada dasarnya, anda harus mengatur waktu anda sendiri jika bekerja dari rumah. Dari pengalaman saya selama ini, pengaturan waktu lebih baik tidak dilakukan terlalu ketat, agar lebih mudah untuk bekerja dari rumah.

Mengapa seperti itu? Karena ketika bekerja dari rumah, sulit untuk memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Misalnya jika anda harus kerja dari rumah di lingkungan yang ada anak-anaknya, anda harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti menyiapkan makanan. Jika anda mengatakan kepada mereka “Makannya tunggu sampai jam 12 ya, karena Ibu (atau Ayah) mau bekerja dulu”, anak-anak akan kelaparan.
Masalah tersebut bisa dipermudah dengan menyerahkan kepada para karyawan untuk mengatur garis besar waktunya sendiri.

Misalnya di Cybozu, banyak orang yang membagikan laporan menitannya, yang meliputi kondisi kehidupan pribadinya. Sebagai contoh, mereka menuliskan “Meskipun ini lebih awal dari biasanya, saya menyiapkan makanan buat anak dulu, ya. Dan sebagai kompensasinya, saya akan kembali lebih cepat”, atau “Saya pergi dulu ke bank selama 30 menit, ya. Sebagai kompensasinya, saya akan bekerja sampai pukul 18:30.”, dll.

Dengan memberi tahu kepentingannya kepada rekan-rekan kerjanya tanpa ada yang disembunyikan, mereka jadi bisa mengerti.

Ketika anda bekerja dari rumah, tidak ada batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Oleh karena itu, ada kekhawatiran orang jadi bekerja terlalu banyak, sehingga penting untuk menentukan batasannya sendiri seperti “OK, hari ini akan saya kerjakan sampai sini”, dll.

Penanganan masalah yang harus mengasuh anak

Jika harus bekerja di lingkungan yang ada anak-anaknya, kondisi idealnya adalah bisa bekerja di ruangan sendiri. Tetapi kebanyakan tidak bisa berjalan seperti itu.

Mungkin ini bukanlah sebuah solusi, tetapi saya berpikir bahwa dengan “sengaja memperlihatkan” sosok Ayah atau Ibu yang sedang bekerja dari rumah juga bisa menjadi salah satu solusi.

Misalnya di Cybozu, tidak sedikit karyawan yang dalam kesehariannya bekerja dari rumah dengan alasan kondisi kesehatan anaknya tidak baik. Ketika melakukan konferensi video, terkadang anak-anak mereka juga muncul di monitor.

Umumnya orang tua akan menjauhkan anaknya dengan mengatakan “Jangan ke sini, ini sedang kerja”. Tetapi kebanyakan dari karyawan Cybozu akan memperkenalkan anaknya dengan mengatakan “Ini anak saya”, dan rekan-rekan kerjanya juga akan menyapa mereka “Halo…”, “Kamu lucu banget ya”, dll.

Ternyata anak-anak merasa puas dengan interaksi tersebut, dan kebanyakan dari mereka akan pergi dengan sendirinya karena mungkin merasa “tidak baik jika mengganggu orang yang sedang bekerja”.
Kemudian, dulu ketika saya berbincang-bincang dengan pekerja telework yang full time dan full remote, ada yang menceritakan “Anak saya yang melihat saya bekerja berkata『Aku juga ingin cepat kerja』”.

Dalam kesehariannya, sangat jarang momen untuk memperlihatkan diri kita yang sedang bekerja kepada anak. Oleh karena itu, “memperlihatkan sosok yang sedang bekerja” dengan sengaja juga bisa menjadi pelajaran yang baik bagi anak.

Penanganan terhadap masalah pasangan yang meminta berbagai macam bantuan

Ketika pasangan meminta bantuan, apa yang bisa diterima dan apa yang tidak bisa diterima akan berbeda-beda, tergantung dari kondisi saat itu.

Kalau diminta untuk “pergi bermain” di jam kerja, hal tersebut memang sulit untuk dipenuhi. Tetapi jika permintaannya berupa “belanja untuk makan malam” atau “menjemput anak”, mungkin masih bisa diterima.

Misalnya di Cybozu, banyak karyawan yang membagikan laporan menitan kehidupan pribadinya seperti “Saya harus menjemput anak di tempat penitipan, sehingga pergi dulu selama 30 menit, ya. Sebagai kompensasinya, saya akan bekerja lebih lama sebanyak waktu tersebut.”.

Dengan membagikan informasi yang benar dengan jelas tanpa berbohong, rekan-rekan kerja juga bisa menerimanya. Karena “kami” lah yang membawa pekerjaan ke dalam kehidupan pribadi.

Kerja dari rumah bisa diwujudkan karena kerjasama dengan orang-orang sekitar. Gaya kerjanya menjadi lebih fleksibel.

Sampai di sini, kita telah melihat permasalahan yang mudah ditimbulkan saat bekerja dari rumah, beserta cara mengatasinya.

Ketika bekerja di kantor, banyak “aturan perusahaan” yang mengikat karyawan seperti jam kerja dan cara kerja. Tetapi saat bekerja dari rumah, kita bisa menjalankan pekerjaan dan kehidupan pribadi sekaligus. Kemudian jika harus bekerja dari rumah di lingkungan yang ada anggota keluarganya, kita juga membutuhkan kerjasama dari keluarga.

Selain itu, saat bekerja dari rumah kita tidak bisa melihat lawan bicara kita, sehingga hubungan kepercayaan antar karyawan menjadi hal yang penting. Untuk itu, sebisa mungkin janganlah menyembunyikan kondisi pekerjaan dan apa yang sedang dirasakan oleh diri anda. Dengan membagikannya secara gamblang, masing-masing orang akan merasa lebih tenang dan bisa mengikutinya.

Memang, akan lebih baik jika bekerja dari rumah dengan kondisi darurat seperti ini bisa bekurang. Tetapi, ini juga merupakan kesempatan untuk mengetahui potensi bekerja dari rumah. Meskipun banyak permasalahan yang harus dihadapi, saya ingin anda sekalian bisa berinovasi agar bisa menjalaninya.

Penulis : Yoshiharu Takeuchi / Ilustrasi : Eiko Matsunaga

SNS Share